Home » News » Polisi Mengamankan 8 Pelaku Perusak dan Penganiayaan di Bandara Notohadinegoro

Polisi Mengamankan 8 Pelaku Perusak dan Penganiayaan di Bandara Notohadinegoro



Jember – Sedikitnya 8 orang diamankan lantaran melakukan perusakan di Bandara Notohadinegoro. Selain melakukan perusakan, mereka juga sempat menganiaya petugas keamanan.

Diduga OPolisi Mengamankan 8 Pelaku Perusakan dan Penganiayaan di Bandara Notohadinegoro knum TNI AL Menganiaya Dua Anggota Polisi

Gambar ilustrasi

Mereka yang ditangkap, yakni Syahroni (21) dan M Dhofir (27), keduanya warga Desa Lengkong, Kecamatan Mumbulsari. Sedangkan 6 pelaku lain diketahui bernama Anton Wahyudi (26), Feri Budi Utomo (28), M. Fadli (25), Abdul Aziz (25), M Yasin (24), dan M Albunia Najofan (26), warga Desa Wirowongso, Kecamatan Ajung.

Baca juga : Pengurusan STNK danPajak Online Kini Dengan Sistem Online

Kapolsek Jenggawah AKP Udik Budiarso membenarkan adanya kejadian itu. Meski sudah mengamankan 8 orang tersangka, pihaknya masih terus mendalami kasus itu.

“Kita masih terus dalami keterangan saksi dan korban. Ada indikasi, masih ada pelaku lain yang terlibat dalam kasus ini,” kata Kapolsek Udik di kantornya, Minggu (15/10/2017).

Ia juga menjelaskan penangkapan para pelaku berjalan mulus setelah polisi dari Polsek Jenggawah berkoordinasi dengan tokoh masyarakat dari dua desa itu. Usai diperiksa, para pelaku akhirnya dijadikan tersangka dan ditahan.

Informasi di lapangan, peristiwa itu bermula saat salah satu anggota TNI AU Lanud Abdurahman Saleh, mengamankan tersangka Syahroni Cs, Kamis (12/10) malam. Saat itu, Syahroni dan 3 temannya tepergok berbuat mesum di pinggir jalan utara bandara. Bahkan, mereka diduga kuat juga menggelar pesta ,iras.

Saat pertama kali dipergoki, petugas hanya melakukan teguran. Namun tak disangka, keempat pelaku melakukan perlawanan. Sementara seorang perempuan berinisial Tm (17) langsung diamankan petugas dan dibawa ke kantor bandara, sekitar pukul 23.00 WIB. Sementara Syahroni, Fadli, Anton dan Aziz, kabur ke area tanaman tebu.

Kemudian, salah satu tersangka yakni Fadli, memilih pulang. Sementara 3 temannya yakni Syahroni, Anton dan Aziz, masih bersembunyi di area kebun tebu. Kepulangan Fadli ternyata untuk meminta bantuan temannya, yang saat itu berada di rumah warga yang punya hajatan.

Kepada teman-temannya dan warga, Fadli mengaku dianiaya oleh petugas keamanan Bandara Notohadinegoro. Merasa tak terima, teman-teman tersangka dan warga berbondong-bondong mendatangi pos keamanan Bandara. Bahkan, 3 tersangka yang awalnya sembunyi di area kebun tebu, langsung keluar bergabung.

Tanpa banyak bicara, puluhan orang yang datang ke Bandara itu langsung mencari petugas keamanan. Tak hanya itu, mereka juga menghancurkan dua pot bunga yang ada di teras kantor. Edy Susilo dan Rudy yang malam bertugas di bandara, menjadi sasaran amukan tersangka.

Sementara anggota TNI AU yang berusaha melerai, ikut menjadi sasaran amukan. Akibatnya, anggota TNI itu mengalami retak di bagian jari kelingking. Sementara Edy Susilo mengalami luka memar di bagian dahi. Usia melakukan aksinya, puluhan orang tersebut langsung pergi. (Seph – sisidunia.com)