Home » News » Temukan Koin Kuno di Sawah, Pria Ini Kaya Mendadak

Temukan Koin Kuno di Sawah, Pria Ini Kaya Mendadak



Bridpot – Keburuntungan kali ini datang kepada pria yang bernama Mike Smale. Bagaimana tidak, pria yang sehari-harinya bekerja sebagai nelayan ini kaya mendadak, setelah menemukan tumpukan koin kuno bernilai 200 ribu pound sterling atau Rp 3,5 miliar di sebuah sawah di daerah Bridport, Inggris.

Temukan Koin Kuno di Sawah, Pria Ini Kaya Mendadak

Temukan Koin Kuno di Sawah, Pria Ini Kaya Mendadak

Dengan hanya menggunakan detektor logam, ia berhasil menemukan tumpukan koin tersebut. Setelah diteliti lebih lanjut, koin yang ditemukannya tersebut berusia 2.000 tahun dan berasal dari zaman romawi.

Mike Smale sendiri mengaku kaget saat menemukan satu koin murni tersebut. Ia menggali tanah pertanian tersebut sesaat setelah detektor logamnya berbunyi dan menemukan sekitar 600 buah koin kuno langka.

“Ini sangat luar biasa, penemuan besar yang kualami sekali seumur hidup. Aku sudah menemukan satu atau dua peninggalan Romawi pagi itu,” ungkap Mike.

Rencananya, koin hasil temuannya tersebut akan diserahkan ke petugas pemeriksa barang antik untuk mengetahui nilai persisnya, dan kemungkinan harta karun itu akan dijual ke museum. Keuntungan penjualan rencananya akan dibagi dua oleh Smale bersama petani setempat.

Baca juga : Unggah Foto Istrinya Sedang Tidur Sambil Mangap, Raffi Dicibir Netizen

“Ini adalah temuan yang penting. Dan apa pun yang kutemukan, aku akan membaginya (hasilnya) dengan orang-orang yang ikut membantu bersamaku,” ungkapr Mike.

Penemuan koin seperti ini merupakan hal yang sangat menarik seperti yang dikatakan oleh sejarawan yang juga ahli koin kuno Dominic Chorney. Koin ini bisa menjadi bukti sejarah penting yang bisa mengungkap peradaban romawi di tanah Inggris.

“Koin yang ditemukan Mike Smale ini digunakan oleh orang Romawi saat pemerintahan Kaisar Antonius dan sebelum Invasi Romawi ke Inggris pada tahun 43 masehi. Kemungkinan koin ini merupakan milik tentara Romawi atau penduduk sekitar waktu itu,” ungkap Domonic.

(Png – sisidunia.com)