Home » Sains » China Kini Terbebas Dari Ancaman Kepunahan Panda

China Kini Terbebas Dari Ancaman Kepunahan Panda



Jakarta – Panda adalah hewan yang hampir punah. Namun akhir-akhir ini ada sebuah perubahan yang hebat dari spesia yang dipastikan akan punah ini. Penjagaan ketat dan ekstra perhatian pada panda dilakukan oleh pemerintah China terbukti mampu melindungi hampir dua pertiga populasi mereka di dunia.

China Kini Terbebas Dari Ancaman Kepunahan Panda

China Kini Terbebas Dari Ancaman Kepunahan Panda

“Sejumlah bukti dari serangkaian survei nasional menunjukkan bahwa penurunan populasi sebelumnya dapat ditahan, dan terjadi peningkatan populasi,” tulis International Union for Conservation of Nature (IUCN).

“Status peningkatan itu mengkonfirmasi bahwa usaha pemerintah China untuk melindungi spesies tersebut efektif.”

Populasi panda raksasa ini meningkat 17 persen dari Laporan IUCN dalam satu dekade hingga tahun 2014. Dan pada saat ini di alam liar di China terdapat 1.864 panda dewasa. Perkiraan tersebut akan membawa total angka populasi yang mencapai sekitar 2.060 ekor.

Bagaimana spesies ini yang diperkirakan akan punah tujuh tahun lalu ternyata mampu bertahan bahkan mengalami pertumbuhan jumlah kembali?
Hal itu diketahui IUCN bahwa masyarakat China mampu melakukan peningkatan penyelamatan hutan dan jumlah habitat untuk panda.

“Penyelamatan panda itu menunjukkan bahwa ilmu pengetahuan, kepentingan politik, dan perjanjian antara komunitas lokal, jika bersatu maka akan mampu menyelamatkan satwa liar dan juga meningkatkan keberagaman hayati yang ada,” ujar Marco Lambertini, Direktur Umum WWF.

John Robinson yang ahli primata dan kepala petugas konservasi di Wildlife Conservation Society menyatakan bahwa China telah memperlakukan panda dengan sangat baik. “Spesies sudah tak lagi berada di zona terancam punah. Ini menjadi sebuah refleksi kesuksesan konservasi,” katanya ungkap John.

Untuk meningkatkan kembali angka populasi panda memiliki salah satu tantangan terbesar yakni memahami bahwa faktanya mereka memiliki siklus perkembangbiakan yang buruk, dan kurang tertarik untuk dipasangkan dengan panda yang ada di kebun binatang.

Baca juga : Peneliti Kini Sedang Menguraikan DNA Durian, Untuk Apa ?

Selain itu, berbeda dengan sapi yang memiliki empat ruang perut dan usus besar yang panjang sehingga mampu memakan rumput yang sulit dicerna, panda hanya memiliki satu ruang perut dan usus besar yang pendek. Itu berarti mereka harus tetap makan dalam waktu 14 jam per hari. Panda mengkonsumsi bambu yang mencapai 12,5 kg tiap harinya, sementara hanya 17 persennya saja yang bisa dicerna.

Pentingnya melestarikan habitat bambu untuk keberlangsungan hidup panda. Kita sebagai pelestari harus menyiapkan 12,5kg bambu setiap harinya.

“Meskipun populasi mereka meningkat, perubahan iklim diprediksi akan mampu mengurangi lebih dari 35 persen habitat bambu panda dalam 80 tahun kemudian,” tulis laporan tersebut.

(Png – sisidunia.com)