Home » Hiburan » Majalah Vogue AS Membahas Totalitas Agnez Mo di Lagu Terbarunya

Majalah Vogue AS Membahas Totalitas Agnez Mo di Lagu Terbarunya



Jakarta – Lagu terbarunya Long As I Get Paid yang dirilis sejak dua minggu yang lalu itu pun sudah di tonton hingga 13,3 juta viewers di Yutube. Hal itu dikarenakan, lagu tersebut merupakan track pertama untuk album internasional pertamanya yang berjudul X.

Majalah Vogue AS Membahas Totalitas Agnez Mo di Lagu Terbarunya

Majalah Vogue AS Membahas Totalitas Agnez Mo di Lagu Terbarunya

Album terbaru dari Agnes tersebut dirilis secara serempak di seluruh negara tepat pukul 00.00 pada Selasa lalu (10/10). ’’Saya harus memastikan apa yang saya bayangkan menjadi kenyataan,’’ ungkap Agnez.

Agnez yang mengawali karir sejak berusia 6 tahun itu tersebut mengaku bahwa dirinya perfeksionis. Maka dari itu, Agnez memilih orang-orang terbaik dan tepat untuk bergabung didalam timnya. Untuk Long As I Get Paid, Agnez menggandeng stylist Monica Rose, make-up artist Mylah Morales, dan penata rambut Larry Sims.

Tim tersebut bertugas menciptakan identitas visual dalam klip video itu. Dengan mereka Agnez bertukar pikiran. ’’Apa yang saya suka dari mereka bertiga adalah mereka mendengarkan apa yang aku mau dan aku mendengar apa yang mereka mau,’’ kata Agnez. Hal senada diungkapkan Rose.

Satu hal yang paling disukai Rose dari Agnez adalah dia berani mengambil risiko. ’’Dia tidak pernah berkata tidak dan dia selalu terbuka terhadap saran dan masukan, which is hal yang langka,’’ ungkap Rose.

Agnez yang selalu fleksibel dalam bekerja. Itulah yang memudahkan Sims dalam berkolaborasi dengannya. Dia menyebut Agnez seperti bunglon yang mudah beradaptasi di berbagai tempat. ’’Bagiku, ini mengingatkanku seperti saat bekerja dengan Lupita (Nyong’o) karena Agnez sangat menyukai permainan dan ingin bermain,’’ ungkap Sims.

Sementara itu, Morales membandingkan Agnez dengan Rihanna. Menurut Morales, keduanya sama-sama artis pop yang juga menjadi fashion influencer. ’’Agnez punya visi yang diinginkannya dan itu hal yang penting ketika kamu bekerja dengan seorang artis,’’ ungkap Morales.

Dalam menciptakan penampilan unik, mereka mencari banyak inspirasi. Mulai klip video Who’s That Girl milik Madonna hingga membaca referensi tentang budaya Indonesia. Semua itu dituangkan dalam penampilan yang eksentrik dan out of the box.

Baju adat dan headpiece tradisional Indonesia dipadu dengan porsi yang sama dengan brand besar berkelas internasional seperti Balmain dan Chanel.

Bagi Agnez, penampilannya tidak sekadar luar biasa atau menjadi berbeda dari orang lain. Namun, ada cerita dan identitas yang ingin disampaikan. Menurut dia, hal pertama yang dipikirkan penonton bukanlah musiknya, melainkan penampilannya.

’’Mereka melihat wajahku dan berpikir, ’Oh, dia orang Asia. Jadi, musiknya akan menjadi seperti ini’. Ada banyak orang yang telah mencoba memberi tahuku tentang apa yang harus aku lakukan,’’ ujar Agnez.

Agnez yang bertumbuh besar dengan melihat beragam banyak budaya, musik, dan perbedaan seluruh dunia. Dan menjadikannya sebuah referensi agar membuat dirinya menjadi diri sendiri. ’’Semua itu adalah bagian dariku dan itu sesuatu yang ingin aku perlihatkan kepada orang lain,’’ ungkap Agnez

(png – sisidunia.com)