Home » News » Wow, Siswa di Pekalongan Biayai Liburan Puluhan Guru Keluar Negeri

Wow, Siswa di Pekalongan Biayai Liburan Puluhan Guru Keluar Negeri



Jakarta – Kepala SMAN 1 Pekalongan, Jawa Tengah, Sulikin, memberikan julukan murid gila kepada salah satu mantan siswanya, Fredy Chandra. Pasalnya, alumni lulusan 1993 itu membawa guru-gurunya melancong ke luar negeri.

Wow, Siswa di Pekalongan Biayai Liburan Puluhan Guru Keluar Negeri

Puluhan Guru SMAN 1 Pekalongan berlibur ke Singapura

Tak hanya satu atau dua orang, melainkan 65 guru. Para ‘Oemar Bakrie’ itu pun akhirnya mendapat kesempatan tak terbayangkan, yakni melancong ke Singapura selama lima hari tanpa harus mengelurkan uang sepeser pun.

Baca juga : Papan Iklan Kondom Mantan Artis Panas Ini Ditolak di India

Bahkan, untuk urusan adiministrasi dan seluruh dokumen, mereka pun tinggal duduk manis.

Ditemui di kantornya, Sulikin yang tampak berseri-seri, menuturkan kisah hidup yang tak pernah terbayangkan sekalipun di benaknya itu.

“Ini hal yang jauh dari angan-angan. Ini berawal saat kami kedatangan salah satu alumnus SMAN 1 Pekalongam di tahun 1993 benama Fredy Chandra,” ungkapnya.

Usai mengobrol kecil, Fredy lantas menyampaikan keinginannya untuk mengajak guru yang masih aktif dan sudah pensiun jalan-jalan ke Eropa.

“Saya pikir anak ini gendeng. Saya tidak percaya ucapannya,” kata Sulikin.

Saat itu, kata dia, jumlah mantan guru Fredy sekitar 40 orang. Namun, Fredy tidak mempermasalahkan itu.

Fredy tetep berikukuh dan menyatakan akan datang lagi ke sekolah dua minggu kemudian dan meminta guru-guru untuk dikumpulkan.

“Lalu kami kumpulkan semua guru-guru, baik yang aktif maupun sudah pensiun. Saat itu Fredy sendiri yang menyampaikan niatnya di hadapan kami semua,” lanjutnya.

Namun, keinginan Fredy untuk mengajak jalan-jalan ke Eropa itu ditolak. Sebab, para guru tersebut banyak yang sudah berusia lanjut.

“Akhirnya tidak jadi ke Eropa. Tapi ke Malaysia dan Singapura,” bebernya.

Setelah itu, 65 guru itupun langsung dibuatkan paspor dan segala keperluan dokumennya.

Malah, tiket pesawat, hotel sampai restoran pun diberikan dengan fasilitas kelas satu dan masih ditambah dengan uang saku dalam bentuk ringgit dan dolar!

“Bukan hanya itu, empat kursi roda disiapkan untuk guru yang kesulitan berjalan. Juga ada perawat yang mendorong,” ungkapnya.

Selama liburan, tim medis mengawal guru-guru. Sejak awal, semua guru didata penyakit dan keluhannya masing-masing. Para guru diberi vitamin setiap hari.

“Ini merupakan perjalanan sempurna dengan fasilitas sempurna,” ucap Sulikin terharu.

(Seph – sisidunia.com)