Home » Gaya Hidup » Awas, Anak Juga Bisa Mengalami Hipertensi, Kenali Tandanya

Awas, Anak Juga Bisa Mengalami Hipertensi, Kenali Tandanya



Jakarta – Sebenarnya hipertensi memiliki beberapa gejala yang nyata. Pedoman baru yang diterbitkan dalam jurnal Pediatrics, memperkirakan bahwa 3,5 persen anak-anak dan remaja kini memiliki hipertensi, jumlah yang meningkat dari perkiraan. Hipertensi saat ini menempati peringkat pertama dari lima penyakit kronis bagi remaja dan anak-anak.

Awas, Anak Juga Bisa Mengalami Hipertensi, Kenali Tandanya

Awas, Anak Juga Bisa Mengalami Hipertensi, Kenali Tandanya

Pedoman tersebut mendorong para dokter, terutama kepada orang tua harus ekstra waspada terhadap tanda-tanda atau gejala pada anak-anak dan remaja. Pedoman tersebut mencatat bahwa 75 persen dokter dan orang tua sering melewatkan hal tersebut.

Baca juga : Wow, Sapi Jenis Ini Harga Dagingnya Rp 800 Ribu Per Kg

“Kami telah melihat peningkatan tekanan darah anak-anak selama dekade terakhir ini,” kata Dr. Joshua Samuels, seorang profesor pediatri di McGovern Medical School dan UT Health Houston, Texas. “Itu mungkin terkait dengan epidemi obesitas pada anak-anak yang disebabkan oleh penerapan gaya hidup sehari-hari.โ€

Berikut tanda tanda bila anak mulai alami hipertensi

Cheyenne Cameron (16) merasa sangat tidak enak badan. Dia merasa pusing, jantungnya berdegup kencang, yang membuat tubuhnya lemas. Tak seperti penyakit pilek atau batuk yang kerap dialami anak-anak, Cheyenne bingung bagaimana mengutarakan kondisi tersebut kepada orang tuanya.

“Saya merasa seperti ada sebuah mobil sedang duduk di dada dan punggung saya,” Cheyenne mengatakan kepada NBC News. “Seperti ada tekanan berat di sekitar dada. Lalu, saya merasa pusing dan mengerikan.โ€

Setelah orang tua mengajak Cheyenne melakukan tes di dokter, pelakunya ternyata adalah hipertensi, atau tekanan darah tinggi. Suatu kondisi yang lebih sering dikaitkan dengan penyakit orang tua.

Cheyenne adalah remaja yang sangat sehat sebelum ia mulai mengalami hipertensi, bermain softball dan berharap bisa bergabung dengan pemadam kebakaran setempat. Dia merindukan tahun pertamanya menikmati momen sehat bersama teman-temannya.

“Saya tidak tahu apa yang salah. Saya merindukan teman-teman, karena saat itu saya tidak bisa melakukan apa yang dilakukan kakak dan saudara di sekolah,โ€ tutur Cheyenne.
Advertisment

Ibu Cheyenne, Katie Cameron, mengatakan, “Tidak terpikir oleh saya bahwa ini adalah tekanan darah tinggi karena saya pikir tidak mungkin anak berusia 15 tahun mengalaminya. Jadi, saat anak Anda mengalami gejala seperti sering pusing, merasa sakit atau berat di sekitar dada, lemas, baiknya segera periksakan ke dokter,” kata Katie Cameron.

Koresponden medis NBC News, Dr. John Torres berpendapat, tekanan darah tinggi adalah silent killer yang memakan korban dari waktu ke waktu. Terkadang Anda tidak tahu apakah seseorang memiliki tekanan darah tinggi hanya dengan melihat mereka, Anda perlu melakukan pengukuran tekanan darah yang sebenarnya.

Seiring waktu, kata Torres, tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah serius, termasuk peningkatan risiko masalah jantung.

“Sangat penting untuk memperhatikan gejala, bahkan di usia yang sangat muda. Anak-anak yang mengalami berat badan lebih hingga obesitas lebih mungkin mengalaminya. Walau begitu, anak-anak dengan berat badan normal juga perlu dijaga gaya hidupnya,โ€ katanya.

Saat mengalami hipertensi, berat Cheyenne mencapai 90 kilogram. Namun kini ia telah kehilangan 30 kilogram berat badan dengan memotong makanan yang digoreng, mengurangi makanan cepat saji atau camilan bergaram tinggi, dan menggantikannya dengan daging dan sayuran tanpa lemak. Kondisinya pun semakin membaik.

“Gejalanya hilang begitu saja,” kata ibu Cheyenne kepada NBC News.

Saat ini, Cheyenne tidak memakai obat apapun. Tetapi banyak remaja yang menderita hipertensi mungkin perlu mengonsumsi obat tekanan darah bila kondisi sudah parah.

Cheyenne merasa senang bahwa dia tidak perlu lagi menjalani pengobatan, namun dia menyadari bahwa kebiasaan tidak sehat dapat menyebabkan dia kehilangan banyak hal. Jadi, dalam hal ini, perjalanannya baru saja dimulai.

“Setelah menjalani hidup yang baru, saya merasa hebat, saya lebih bahagia, saya lebih percaya diri,” kata Cheyenne.

(Baharudin – sisidunia.com)