Home » News » Warga Purworejo Bermain Sepak Bola Api Untuk Menyambut Tahun Baru Islam 1439

Warga Purworejo Bermain Sepak Bola Api Untuk Menyambut Tahun Baru Islam 1439



Purworejo – Untuk menyambut datangnya Tahun Baru Islam 1439 Hijriyah, warga menggelar berbagai acara. Di Purworejo, orang-orang di sana memainkan sepakbola api.

Warga Purworejo Bermain Sepak Bola Api Untuk Menyambut Tahun Baru Islam 1439

Sepakbola api

Salah satu peringatan unik yang dilakukan warga Dusun Nadri, Desa Krendetan, Kecamatan Bagelen, Kabupaten Purworejo Jawa Tengah, adalah dengan bertanding sepak bola api. Acara yang juga disebut dengan Suroan itu diawali dengan atraksi tongkat api dan semburan naga api.

Setelah itu, barulah beberapa klub bola api yang masing-masing terdiri dari 5 orang pemain bertarung menggiring bola api untuk dimasukkan ke gawang lawan yang berukuran lebar 70 cm dan tinggi 70 cm.

Bola yang digunakan dalam pertandingan tersebut terbuat dari buah kelapa kering yang telah diraut sabutnya dan direndam minyak tanah selama 3 hari. Lama pertandingan dalam satu babak pun hanya 10 menit.

Koordinator penyelanggara, Moh Tamyis (37) kepada detiktravel mengatakan bahwa agenda tahunan ini diadakan untuk melestarikan permainan bola api yang saat ini sudah mulai jarang dimainkan.

“Selain untuk menyambut datangnya tahun baru Islam, atraksi ini juga sekaligus untuk melestarikan tradisi bola api yang sudah jarang dimainkan,” tuturnya Rabu (20/9/2017) malam kemarin.

Selain itu, kegiatan yang dihelat setahun sekali ini bisa menjadi ajang silaturahim para remaja dan menghindarkan remaja dari kegiatan negatif.

“Sekalian untuk silaturahmi juga mas, sekalian ada moment suroan seperti ini,” imbuhnya.

Di sisi lain, Hendri Kurniawan (29) salah satu pemain bola api mengatakan, meski kaki terasa panas namun ia merasa senang dapat ikut serta dalam kegiatan tersebut.

“Nggak papa panas dikit, yang penting ramai bisa kumpul bareng-bareng,” katanya sambil tertawa kecil.

Pemenang dalam pertandingan itu tidak mendapatkan hadiah khusus, melainkan hanya ucapan selamat dari pemain lain dan penonton. Justru keceriaan dan tawa dalam peringatan datangnya tahun baru Hijriyah itu lah yang menjadi hadiah spesial untuk semua warga. (Seph – sisidunia.com)