Home » News » Unik, Penjaga Hutan Ini Rekam Video Jerapah Berwarna Putih

Unik, Penjaga Hutan Ini Rekam Video Jerapah Berwarna Putih



Jakarta – Dengan tubuh yang tinggi dan leher yang panjang, sulit untuk tidak terkagum-kagum oleh jerapah. Apalagi saat hewan ini berwarna putih dari kepala hingga ujung kaki. Tentu pemandangan tersebut sangat fenomenal.

Unik, Penjaga Hutan Ini Rekam Video Jerapah Berwarna Putih

Unik, Penjaga Hutan Ini Rekam Video Jerapah Berwarna Putih

Sebuah video yang direkam oleh penjaga hutan Hirola Conservation Program (HCP) di suaka margasatwa di Kenya menampilkan dua jerapah, ibu dan anak, yang mengalami leusisme pada bulan Agustus lalu.

Dipublikasikan melalui situs HCP, kedua jerapah terlihat sama sekali tidak terganggu oleh keberadaan para penjaga hutan.

“Sang ibu terus berjalan kesana kemari dan memberi sinyal kepada bayinya untuk bersembunyi di belakang semak-semak, sebuah karakteristik dari kebanyakan ibu satwa di daerah liar untuk mencegah anaknya diterkam,” tulis mereka.

Berbeda dengan albinisme yang merupakan mutasi genetik sehingga tubuh tidak memproduksi pigmen, leusisme hanya menghambat sel kulit dari memproduksi pigmen dan memperbolehkan organ lainnya memproses. Alhasil, tidak seperti hewan albino yang memiliki mata berwarna merah muda, kedua jerapah ini memiliki mata yang berwarna gelap.

Baca juga : Inilah Bule Ndeso Yang Kini Mulai Ngetop di Youtube

Meskipun langka, ini bukan kasus leusisme pertama di dunia hewan. Sebagai contoh, jerapah terakhir dengan leusisme terlihat pada awal tahun lalu di Taman Nasional Tarangire, Tanzania.

Akan tetapi, popularitas dari kedua jerapah ini membuat banyak orang khawatir. Para penonton video berkomentar bahwa menyebarkan foto dan lokasi kedua hewan tersebut membuat mereka jadi sasaran pemburu liar.

Kekhawatiran tersebut bukan tanpa alasan. Yayasan Konservasi Jerapah melaporkan, walaupun leusisme seharusnya tidak menganggu keselamatan mereka, tetapi warna yang mencolok tersebut membuat jerapah dengan leusisme lebih mudah jadi sasaran predator.

Bahkan, lebih dari setengah jerapah dengan leusisme tidak melewati usia enam bulan. (Seph – sisidunia.com)