Home » News » Djarot Ingin Warga Jakarta Menikmati Ancol Secara Gratis

Djarot Ingin Warga Jakarta Menikmati Ancol Secara Gratis



Jakarta – Gubernur DKI Jakarta, Djarot Saiful Hidayat mengatakan seharusnya kawasan Ancol bisa diakses secara gratis untuk menghidupkan kuliner dan Pasar Seni di Taman Impian Jaya Ancol. Selain itu, Ancol juga bisa digunaka untuk berolahraga pada saat hari libur.

Djarot Ingin Warga Jakarta Menikmati Ancol Secara Gratis

Djarot Ingin Warga Jakarta Menikmati Ancol Secara Gratis

“Kalau masuk wahana, baru bayar,” ujarnya pada Selasa, 19 September 2017.

Idealnya, menurut Djarot, warga bisa di kenakan biaya saat ingin masuk ke wahana yang ada di dalam Ancol, seperti Dunia Fantasi dan Ocean Dream Samudra.

Selain itu, Djarot menuturkan penarikan biaya bisa dilakukan lewat parkir. “Parkirannya juga tarif khusus, misalnya (dikenakan) lebih mahal,” ucapnya.

Djarot menjelaskan, dengan digratiskannya memasuki kawasan Ancol, bisa diterapkan jam buka dan tutup untuk kawasan tersebut bagi masyarakat umum. Kecuali, katanya, untuk penghuni yang tinggal di apartemen, cottage, atau hotel.

Baca juga : Mucikari di Tarakan Raup Ratusan Juta Rupiah Dari Menawarkan PSK

Gerakan Rakyat Jakarta Utara menuntut untuk membebaskan biaya masuk Taman Impian Jaya Ancol. Pada (149/2017), mereka berdemonstrasi di pintu barat Ancol.

Mereka menuntut PT Pembangunan Jaya Ancol, pengelola Taman Impian Jaya Ancol, memberi akses gratis ke pantai Ancol dan transparansi dana corporate social responsibility (CSR).

Saat ini, untuk masuk ke Ancol, setiap orang harus membeli tiket seharga 25 ribu rupiah. Selain itu, tarif parkir mobil 25 ribu rupiah dan sepeda motor 15 ribu rupiah. Tarif itu dinilai sangat mahal dan tidak terjangkau warga miskin dan kelas bawah.

Namun Djarot mengakui penggratisan biaya masuk kawasan Ancol belum dapat langsung dilakukan saat ini lantaran belum adanya pembicaraan dengan para pemegang saham.

“Enggak bisa (dalam waktu dekat). Nanti kita undang karena kita pemegang saham di situ,” tuturnya.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memang pemegang saham dari PT Pembangunan Jaya Ancol, badan usaha milik daerah. Djarot berharap usul tiket gratis masuk ke agenda rapat umum pemegang saham mendatang.

Selama ini, pembayaran tiket masuk Ancol dilakukan secara manual oleh petugas di pintu barat dan timur. Djarot menjelaskan kemungkinan terjadinya penyalahgunaan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

“Bagaimana pertanggungjawabannya? Masuk dihitung berapa orangnya? Idealnya, masuk gratis,” katanya.