Home » Gaya Hidup » Pelanggan Bisa Bercinta Dengan Suster Hanya Dengan Membayar Rp 600 Ribu

Pelanggan Bisa Bercinta Dengan Suster Hanya Dengan Membayar Rp 600 Ribu



Beiing – China kembali menghadirkan “inovasi” yang menjadi kontroversi, yakni boneka seks. Sebuah aplikasi bernama Touch meluncukan jasa boneka seks berbagi ke warga negeri “Tirai Bambu” di Beijing, ibu kota China.

Pelanggan Bisa Bercinta Dengan Suster Hanya Dengan Membayar Rp 600 Ribu

Pelanggan Bisa Bercinta Dengan Suster Hanya Dengan Membayar Rp 600 Ribu

Boneka-boneka seks yang berjejer itu dilabeli sebagai “pacar bersama”. Boneka seks tersebut hadir dengan bermacam-macam pilihan, ada yang berkebangsaan China, Hongkong, Korea hingga Rusia.

Tidak ketinggalan, boneka seks silikon ini juga mempuyai karakter yang berbeda-beda sesuai dengan selera pelanggan. Pelanggan bisa memilih mau bercinta dengan suster, anak sekolahan, atau Wonder Woman.

Untuk menggunakan jasa ini sendiri tidaklah sulit tinggal mengunduh aplikasi “Touch” kemudian memilih karakter wanita yang disukai.

Bahkan pelanggan dapat mengutak-atik gaya rambut, warna rambut, warna kulit hingga warna mata dari boneka tersebut.

Pelanggan yang tertarik cukup membayar sebesar 298 yuan atau sekitar Rp 603.000.

Deposit sebesar 8.000 yuan atau terlebih dahulu harus menyetor sekitar Rp 3,3 juta.

Deposit akan dikembalikan setelah penggunaan boneka seks ini selesai.

Yang berkantung tebal juga dapat membayar tambahan uang jika ingin memiliki boneka seks yang menghadirkan suara-suara erotis yang menggoda.

Jasa ini juga menjadi bahan perbincangan dan sasaran kritik warga China. Ada yang mempertanyakan etika dari pelayanan ini. Ada juga yang mengkhawatirkan kesehatan seksual karena khawatir boneka seks ini berpotensi menularkan penyakit seksual menular seperti HIV/AIDS.

Pihak penawar jasa sendiri menyatakan bagian vital boneka seks itu akan diganti dengan regular untuk memastikan kebersihannya.

Perusahaan sendiri menyasar komsumen dari kalangan pekerja profesional berusia 20-35 serta yang terlibat hubungan jarak jauh.

China sendiri saat ini memiliki masalah kronis di mana rasio yang tidak berimbang antara laki-laki dengan perempuan akibat kebijakan satu anak yang diterapkan Partai Komunis.

(Baharudin – sisidnia.com)