Home » News » 5 Provokator Rusu di dekat Kantor LBH Jakarta Berhasil di Amankan Polisi

5 Provokator Rusu di dekat Kantor LBH Jakarta Berhasil di Amankan Polisi



Jakarta – Sejumlah orang berhasil diamankan polisi saat bentrokan yang terjadi di dekat Kantor LBH Jakarta, Jalan Pangeran Diponegoro, Jakarta Pusat. Mereka diduga sebagai provokator aksi yang berakhir rusuh.

5 Provokator Rusu di dekat Kantor LBH Jakarta Berhasil di Amankan Polisi

5 Provokator Rusu di dekat Kantor LBH Jakarta Berhasil di Amankan Polisi

“Ada kurang lebih 4-5 orang, beberapa provokator yang memang sudah kita ikuti dari awal sudah kita tangkap dan saya akan proses mereka sesuai dengan prosedur hukum yang berlaku,” kata Kapolda Metro Jaya, Irjen Idham Aziz di Jalan Diponegoro, Jakarta Pusat, Senin (18/9/2017).

Idham mengatakan, massa yang diduga provokator dan sudah ditangkap bakal dikenakan pasal 170 KUHP. Terkait jumlah massa, Idham memperkirakan jumlahnya mencapai 2.000 orang.

“Massa kurang lebih 1.500 sampai 2.000,” tuturnya.

Baca juga : Warga Demo di Pengadilan HAM Internasional

Idham menyebut massa aksi berasal dari berbagai elemen. Jumlah mereka terus bertambah sebelum akhirnya dibubarkan.

“Ada beberapa kelompok, diantaranya aliansi mahasiswa anti komunis, ada juga dari Bang Japar dan lain-lain lah, dan semakin malam semakin mereka berkumpul sehingga kami cepat mengambil tindakan supaya mereka bisa kita kendalikan,” ujarnya.

Pukul 04.00 WIB, sejumlah polisi masih berjaga di lokasi. Idham menyebut pihaknya menurunkan 1.000 personl polisi untuk pengamanan.

“Kami tadi menggerakan petugas kurang lebih 1.000 orang,” imbuhnya.

Pada sore hingga malam tadi, LBH Jakarta dan YLBHI menggelar acara “Asik Asik Aksi: Indonesia Darurat Demokrasi”. Acara itu sebagai bentuk protes atas kegiatan diskusi tentang Sejarah 65 yang dilakukan di Gedung YLBHI, yang dianggap dihentikan paksa oleh pihak Kepolisian.

Usai acara ‘Asik Asik Aksi’ sekelompok massa mulai berdatangan dan mengepung kantor LBH Jakarta-YLBHI. Massa menuntut kantor LBH Jakarta ditutup lantaran diduga menggelar kegiatan terkait PKI atau komunis.

Sementara itu pihak LBH Jakarta dan Kapolda Metro Jaya Irjen Idham Aziz telah membantah kegiatan itu terkait PKI.

(Baharudin – sisidunia.com)