Home » Otomotif » Lamborghini Lebih Memilih Hybrid Daripada Listrik

Lamborghini Lebih Memilih Hybrid Daripada Listrik



Jakarta – Produsen supercar asal Italia, Lamborghini belum tertarik menggarap mobil bertenaga listrik. Maurizio Reggiani director of research and development Lamborghini, mengatakan bahwa perusahaan lebih tertarik mengembangkan supercar berteknologi Plug In Hybrid Electric Vehicle (PHEV) ketimbang listrik.

Lamborghini Lebih Memilih Hybrid Daripada Listrik

Lamborghini hybrid

“Teknologi full electric belum ada untuk supercar. Jika saya melihat prospek mobil sport super berikutnya, saya lebih condong ke PHEV yang akan menjadi teknologi lompatan berikutnya. Teknologi listrik tidak sesuai untuk mobil super,” kata Reggiani, dilansir dari Caradvice.

Baca juga : Mobil Hybrid vs Mobil Listrik, Mana Yang Toyota Pilih?

Reggiani menambahkan bahwa pihaknya saat ini tengah mencari solusi untuk mendapatkan baterai yang tidak begitu berat. Tujuannya supaya kecepatan laju kendaraan bisa maksimal.

“Generasi berikutnya kendaraan sport super akan difokuskan pada teknologi PHEV, di mana kami menginginkan berat baterai dan kemasannya bisa turun,” tambah dia.

Di samping baterai, lanjut Reggiani perusahaan ingin supaya ciri khas dari sebuah supercar itu tidak boleh hilang, salah satunya suara knalpot.

“Orang membeli supercar karena karakteristiknya, seperti suara dan DNA yang tidak bisa kita hapus dari merek,” pungkas Reggiani.

Tiga tahun lalu, Lamborghini pernah mempresentasikan mobil konsep hybrid pertamanya, Asterion LPI910-4. Mobil dengan dua pintu ini dibekali mesin konvensional milik Huracan berkapasitas 5.2 liter V10. Mesin terhubung ke tiga motor listrik yang mampu menghasilkan tenaga 296 hp.

Meski menggunakan mesin Huracan, tapi supercar PHEV bukan penerusnya melainkan menjadi generasi terbaru dari Aventador. Diperkirakan Lamborghini akan meluncurkannya pada awal 2020.

Selain menyiapkan supercar PHEV, Lamborghini juga tengah menggarap SUV Urus berteknologi hybrid. Paling tidak, versi hybrid dari Urus baru akan hadir pada 2019.

Urus akan menjadi andalan Lamborghini di pasar mobil SUV mewah. Tidak tanggung-tanggung, mobil ini ditargetkan terjual 3.500 unit per tahun atau setara dengan penjualan seluruh model kendaraan sport-nya. (Seph – sisidunia.com)