Home » Hiburan » Pengacara Menilai Tuntutan Penjara 2 Tahun Untuk Ridho Rhoma Berlebihan

Pengacara Menilai Tuntutan Penjara 2 Tahun Untuk Ridho Rhoma Berlebihan



Jakarta – Jaksa Penuntut Umum (JPU) Pengadilan Negeri Jakarta Barat menuntut artis sekaligus penyanyi dangdut Ridho Rhoma dengan ancaman hukuman dua tahun penjara.Pengacara Menilai Tuntutan Penjara 2 Tahun Untuk Ridho Rhoma Berlebihan

Usai sidang, kuasa hukum Ridho Rhoma, Ismail Ramli memberikan pandangannya terkait hasil sidang tersebut.

“Itu kan memang sudah kewenangan JPU untuk menuntut terdakwa seberat-beratnya. Kami penasihat hukum juga berhak untuk meminta majelis hakim untuk dapat memutuskan putusan yang seringan-ringannya,” ujar Ismail Ramli di Pengadilan Negeri Jakarta Barat, Selasa (12/9/2017).

Menurut JPU, Ridho terbukti melanggar Pasal 112 juncto Pasal 132 ayat (1), dan subsider Pasal 127 Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika juncto Pasal 55 KUHP.

Ismail, kuasa hukum Ridho menyebutkan, tuntutan terhadap putra si Raja Dangdut Rhoma Irama itu berlebihan. Pasalnya dalam persidangan, saksi-saksi yang dihadirkan tidak mengetahui persis apakah Ridho menggunakan narkotika jenis sabu.

“Kita menilai tuntutan Jaksa ini tidak layak, dari saksi yang kita dengarkan tidak ada saksi-saksi yang memberatkan, dan mengetahui Ridho menggunakan shabu,” kata Ismail usai sidang.

Ismail menambahkam Ridho tidak layak menjalani hukuman penjara, tetapi wajib menjalani rehabilitasi di Rumah Sakit Ketergantungan Obat.

“Dalam tuntutan tadi itu yang tidak terlihat mengenai penjelasan keterangan penjelasan saksi dari RSKO dan BNN, dan dari keterangan itu sudah jelas bahwa sudah sepatutnya saudara Ridho direhab,” lanjutnya.

Rencananya dalam sidang berikutnya dengan agenda pledoi, tim kuasa hukum Ridho sudah menyiapkan pembelaan untuk pelantun lagu “Menunggu” itu, agar bisa bebas dari hukuman dan bisa menjalani rehabiltasi.

“Tentunya harapan kita majelis hakim memutus Ridho untuk bisa direhab kembali seperti yang hasil assesment itu. Karena ridho sudah direhab dari tingkat penyidikan dan tingkat penuntutan dan sampai keputusan keadilan,” tandas Ismail.

Sementara, sidang putusan dari majelis hakim dijadwalkan akan digelar pada Selasa, 19 September 2017, pekan depan. (seph – sisidunia.com)