Home » Travel & Kuliner » Kindahan Matahari Terbit Menjadi Andalan Pemkab Malang

Kindahan Matahari Terbit Menjadi Andalan Pemkab Malang



Malang – Keindahan matahari terbit (sunrise) di sepanjang jalur Gunung Bromo nampaknya menjadi destinasi wisata andalan baru Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang. Pasalnya, wisatawan yang melintasi daerah tersebut akal disuguhi panorama indah dari bukit Kingkong dan bukit Cinta.

Kindahan Matahari Terbit Menjadi Andalan Pemkab Malang

Kindahan Matahari Terbit Menjadi Andalan Pemkab Malang

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Malang, Made Arya Wedhantara menyampaikan, wisatawan bisa menempuh perjalanan dari desa Ngadas, Gubuklakah dan Poncokusomo, jika ingin menikmati sunrise dengan leluasa saat menuju Gunung Bromo. Di sepanjang perjalanan tersebut, wisatawan akan menjumpai spot terindah alam menikmati sunrise dan panorama Gunung Bromo yang menawan dari Bukit Kingkong dan Bukit Cinta.

“Apalagi selama tiga bulan ke depan jalur menuju Bromo dari Pananjakan di kecamatan Tosari, Pasuruan, ditutup,” ujar Made, Selasa (5/9/2017).

Baca juga : Resep Sirloin Steak Dengan Saus Jamur

Made menuturkan, Pemerintah Desa (Pemdes) yang ada di sepanjang jalur Bromo, yakni desa Ngadas, Gubugklakah, dan Poncokusumo, dapat memanfaatkan peluang dari penutupan jalur Pananjakan tersebut. Jalur itu akan ditutup selama tiga bulan, yakni pada 11 September – 2 Desember 2017 mendatang.

“Destinasi baru untuk menikmati sunrise dari kabupaten Malang ini tidak hanya selama jalur Pananjakan ditutup saja, tetapi untuk jangka panjang. Wisatawan cukup dari Ngadas saja kalau ingin menikmati indahnya panorama Gunung Bromo dan sunrise,” jelasnya.

Made mengaku, telah melakukan koordinasi intensif dengan tiga Pemdes untuk memanfaatkan, sekaligus membangun kawasan wisata baru menuju Gunung Bromo. Yakni, dengan mengandalkan spot-spot khusus sebagai tempat menikmati keelokan panorama alam di wilayah itu.

Made berharap kabupaten Malang, khususnya desa Ngadas, Gubugklakah, dan Poncokusumo mampu menggairahkan dunia pariwisata di daerahnya. Pasalnya, ketiga daerah tersebut menjadi pintu masuk yang sangat penting bagi wisatawan yang akan menuju Bromo, Tengger, Semeru (BTS).

“Kami harus mengenalkan spot-spot ini secara intensif kepada masyarakat luas,” tandasnya.

(Baharudin – sisidunia.com)