Home » News » Terkubur Puluhan Tahun, Sampah Plastik Ini Tetap Utuh

Terkubur Puluhan Tahun, Sampah Plastik Ini Tetap Utuh



Jakarta – Perhatian netizen terpancing setelah ada seseorang yg mengunggah sejumlah foto di twitter baru-baru ini. Dalam unggahannya itu ia memperlihatkan sampah-sampah plastik yang ia temukan.

Terkubur Puluhan Tahun, Sampah Plastik Ini Tetap Utuh

Terkubur Puluhan Tahun, Sampah Plastik Ini Tetap Utuh

“Penemuan arkeolog yang menggemparkan dunia,” begitu tulis akun Twitter @dikabayaki, mengiringi postingannya.

Sekilas foto-foto itu biasa saja bekas kemasan sampo saset, sabun dan pasta gigi.

Namun bila diperhatikan lebih seksama, itu adalah bungkus yang telah terkubur selama 20 tahun lebih.

Hal tersebut dikuatkan dengan desain kemasan dan juga tanggal kadaluarsa yang masih terbaca jelas dalam kemasan.

Melihat kemasan yang telah terkubur puluhan tahun itupun secara tak langsung menyadarkan pengunggah betapa mengerikannya sampah plastik.

Pasalnya desain gambar maupun tulisan dalam kemasan yang ia temukan belum luntur atau rusak sedikitpun, hanya kotor bekas tertimbun tanah.

Melihat foto-foto itupun banyak netizen yang merasa ngeri, sekaligus mengajak masyarakat agar lebih peduli dengan lingkungan.

Dampak Sampah Plastik

Plastik barangkali sudah menjadi benda yang sangat wajar ditemui dalam kehidupan sehari-hari warga Indonesia.

Namun barangkali belum banyak yang sadar jika sampah plastik berdampak buruk bagi lingkungan.

Perkiraan butuh waktu 1000 tahun agar plastik dapat terurai oleh tanah secara terdekomposisi atau terurai dengan sempurna.

Saat terurai, partikel-partikel plastik akan mencemari tanah dan air tanah.

Jika dibakar, sampah plastik akan menghasilkan asap beracun yang berbahaya bagi kesehatan yaitu jika proses pembakarannya tidak sempurna, plastik akan mengurai di udara sebagai dioksin.

Senyawa ini sangat berbahaya bila terhirup manusia.

Dampaknya antara lain memicu penyakit kanker, hepatitis, pembengkakan hati, gangguan sistem saraf, dan memicu depresi.

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Siti Nurbaya juga sempat menyinggung bahaya sampah plastik ini pada pertengahan 2016 lalu.

Saat itu ia mengatakan bahwa penggunaan kantong plastik di Indonesia sangat tinggi mencapai 9,5 miliar kantong per tahun.

“Yang paling berbahaya adalah sampah kantong plastik yang masuk ke laut. Kemudian dimakan oleh ikan dan dia menjadi butiran halus,” kata Siti.

Siti menambahkan, adanya ikan yang mengonsumsi sampah plastik di Indonesia juga pernah diumumkan dalam jurnal ilmiah peneliti dari University of California dan Universitas Hassanudin 2015 silam.

Saat itu, lanjutnya, para peneliti mengambil sampel 76 ikan dari 11 spesies dari pasar di Makassar.

Peneliti menemukan plastik di dalam usus ikan yang diteliti. Menurut Siti, jika dikonsumsi manusia, kandungan plastik dalam ikan itu dapat menyebabkan peradangan tubuh, kematian sel, dan kerusakan saluran pencernaan.

(Baharudin – sisidunia.com)