Home » News » Saracen Bukan Satu-satunya Penyebar Kebencian

Saracen Bukan Satu-satunya Penyebar Kebencian



Jakarta – Polisi telah menetapkan tiga orang tersangka berinisial JAS, MFT dan SRN dalam kasus kelompok sindikat Saracen yang menyebarkan kebencian terkait SARA. Sistem bekerjanya, kelompok Saracen menetapkan tarif sebesar Rp 72 juta dalam proposal yang ditawarkan ke sejumlah pihak.Saracen Bukan Satu-satunya Penyebar KebencianBiaya tersebut meliputi pembuatan website sebesar Rp 15 juta dan membayar sekitar 15 buzzer sebesar Rp 45 juta per bulan. Ada pula anggaran tersendiri untuk Jasriadi selaku ketua sebesar Rp 10 juta. Dengan biaya segitu, mereka bersedia menyebarkan konten ujaran kebencian dan berbau SARA di media sosial (medsos) sesuai dengan pesanan.

Baca Juga : Gara-gara Kondisi Motor Tidak Fit, Dua Penjambret Gagal Melakukan Aksinya

Semakin ditelusuri, Wakil Kepala Polri Komisaris Jenderal Syafrudiin meyakini ada kelompok penyebar kebencian berbau SARA lainnya Saracen. Syafruddin mengatakan bahwa hingga saat ini Polri masih melakukan pengembangan terkait kasus ini.

“Saya yakin bukan hanya Saracen saja, pasti ada kelompok-kelompok lain , di grup yang lain, yang karakternya sama dengan Saracen. Oleh karena itu akan dikembangkan ke sana,” kata Syafruddin di Jakarta, Jumat (1/9/2017).

Ditemui secara terpisah, Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Ari Dono Sukmato menyatakan bahwa Polri akan mengusut tuntas kasus ini sampai ke akarnya.termasuk salah satunya adalah para oknum yang juga menggunakan jasa dari Saracen ini.

“Oh iya akan mengusut tuntas. Kalau kasus itu kita selesaikan sampai pada akarnya. Siapa yang pernah menggunakan Saracen, dananya kalau memang ada siapa yang bayar, dibayar berapa, utnuk apa,” jelasnya.

Bahkan para pengguna jasa kelompok Saracen juga terancam dikenakan saknsi pidana.

“Iyalah sanksi pidana, sekarang kan yang menggunakan Saracen kan berarti menyuruh untuk melakukan sesuatu yang melanggar hukum, kan gitu,” pungkasnya.

(seph – sisidunia.com)