Home » News » Polwan Nyamar PSK, Warkop Prostitusi Terungkap

Polwan Nyamar PSK, Warkop Prostitusi Terungkap



Pati – Bisnis prostitusi di Dukuh Ngrames, Pati, Jawa Tengah terpaksa bubar setelah beberapa muncikari harus dibawa ke kantor polisi.

Polwan Nyamar PSK, Warkop Prostitusi Terungkap

Polwan Nyamar PSK, Warkop Prostitusi Terungkap

Dia adalah Woro Wiratmi, warga asli Desa Sumberrejo, Gunungkungkal. Perempuan 34 tahun itu mengunakan modus warung kopi sebagai bisnis prostitusinya. Hal tersebut diungkapkan oleh Kapolsek Wedarijaksa AKP R Sulistyaningrum.

Polwan yang akrab disapa Sulis ini bercerita, sehari sebelum penggerebekan Selasa (29/8/2017). Sulis dan salah satu anak buahnya yang juga polwan di Polsek Wedarijaksa bernama Mira Indah menjalankan operasi penyamaran sebagai PSK. Skenarionya dua yaitu ingin mencari kerja di Kopi Kuro-kuro milik Mamih Woro.
Warung kopi kuro yang menyediakan jasa hohohihe di Desa Sukoharjo, Wedarijaksa, Pati digerebek, Rabu (30/8/2017) sore.

Baca juga : Janin Bayi Ditemukan Dalam Kantong Roti

Awalnya Mira datang ke warkop menyamar sebagai ABG memakai rambut palsu dan rok pendek. Kemudian disusul Sulis memakai daster layaknya perempuan susah dari desa yang sedang mengalami masalah keluarga. Keduanya pun satu persatu mulai menyambangi mamih Woro dan mengaku ingin mencari pekerjaan sebagai PSK.

“Saya diterima bekerja di warkop, asalkan kembali lagi ke warkop tidak memakai daster. Harus memakai baju seksi,” kata Sulis.

Sang Germo, lanjut Sulis, merasa senang karena akan mendapatkan PSK baru. Karena saat ini dia mempunyai anak buah tujuh. “Saya sempat tertawa mau dicarikan brondong muda dan pulang bisa membawa uang banyak,” ungkap Sulis.

Setelah bertemu Woro, keduanya kembali ke polsek. Kemudian mengutus petugas unit reskrim untuk menyambangi ke lokasi. Setelah itu, selanjutnya Rabu (30/8/2017) pukul 15.00, Sulis dan beberapa petugas kepolisian melakukan penggerebekan dan penggeledahan.

Di dalam kamar warung dengan pintu terkunci dari dalam, ditemukan salah satu PSK, Lusi warga Margorejo bersama pria hidung belang, Wadi, warga Wedarijaksa.

Sang mucikari dan beberapa PSK yang berstatus menjadi saksi langsung dibawa ke Mapolsek Wedarijaksa untuk dimintai keterangan.

Berdasarkan keterangan, warung kopi yang membuka jasa hohohihe itu sudah berdiri kurang lebih lima bulan. Pada siang hari, warung kopi tersebut menyediakan makanan, minuman dan karaoke.

Namun kalau ada pengunjung yang memesan PSK, si induk semang itu baru memanggil anak buahnya untuk menemani pria hidung belang.

Soal tarif PSK dan hasilnya dibagi antara mamih dan PSK. Tarif sekali main, antara Rp 250-Rp 500 ribu. Tapi sebagain besar tarifnya Rp 350 ribu.

“Warung kuro itu ada di tengah perkampung dan meresahkan warga. Saat ini, pelakunya sudah kami amankan. Secepatnya akan masuk ke pengadilan supaya bisa diproses lebih lanjut. Pelaku dikenakan Pasal 296 KUH Pidana tentang mengadaan atau memudahkan perbuatan cabul dengan ancaman kurungan penjara 1,4 tahun,” tegasnya.

(Baharudin – sisidunia.com)