Home » News » ISIS Makin Terdesak Dikawasan Kota Tua

ISIS Makin Terdesak Dikawasan Kota Tua



Raqqa – Kelompok teroris Negara Islam di Irak dan Suriah ( ISIS) terus menderita serentetan kekalahan di medan pertempuran. Posisi gerombolan ini pun kian terdesak.

Bocah Diculik ISIS Lantaran Bernama Messi

Gambar ilustrasi

Cita-cita para teroris untuk membangun kekhalifahan dengan menduduki Irak dan Suriah pun hancur, tiga tahun setelah dikumandangkan.

Pada Jumat, 1 September 2017, Talal Sello, Juru Bicara Syrian Democratic Forces (SDF), mengatakan, “Hari ini pasukan kami merebut kendali penuh atas Kota Tua di Raqqa setelah baku tembak dengan ISIS.”

“Pasukan kita hari ini menguasai sepenuhnya Kota Tua di Raqqa setelah bentrokan dengan ISIS,” kata juru bicara Pasukan Demokratik Suriah (SDF) Talal Sello kepada kantor berita AFP, Jumat 1 September.
“Kami berada di tepi kuartal keamanan ISIS di pusat kota, di mana sebagian besar basis utamanya di sana,” lanjut Sello, Sabtu (2/9/2017).
SDF adalah koalisi Kurdi-Arab yang didukung oleh pasukan pimpinan AS. Kampanye mereka dimulai pada awal Juni dan dalam tiga bulan pasukan SDF menduduki hampir dua pertiga kota ini.
Pasukan tersebut dapat memasuki Kota Tua pada Juli setelah serangan udara koalisi membuat dua serbuan ke dinding yang mengelilingi daerah tersebut. Penetrasi itu memungkinkan pasukan untuk melewati ranjau dan bahan peledak.
ISIS, seperti di kota-kota lain yang diduduki setelah bangkit pada 2014, sudah menghambat serangan dengan jebakan, penembak jitu, dan serangan kendaraan bunuh diri. Kelompok militan tersebut juga telah membuka jaringan terowongan yang luas di bawah Raqqa demi melancarkan serangan balik terhadap pasukan darat yang didukung oleh koalisi, menurut koalisi pimpinan AS. Tapi SDF yakin akan memenangkan pertempuran.
“Kontrol atas Kota Tua  yang memiliki peninggalan historis  adalah kemenangan moral melawan ISIS, mereka runtuh di Raqa. Kekalahannya di sana tak terelakkan,” kata Sello kepada AFP.
Kota Suriah timur itu telah berfungsi sebagai pusat ISIS sejak pasukan rezim Suriah menyerang pada Januari 2014. Beberapa video propaganda kelompok ISIS yang paling mengejutkan disyuting di perbukitan sekitar kota tersebut, termasuk pemancungan wartawan Amerika, James Foley dan Steven Sotloff.
Koalisi yang dipimpin AS mengatakan bahwa pejuang ISIS yang mencoba melarikan diri atau yang telah ditangkap di kota tersebut “kurus,” kekurangan gizi”, dan kecanduan narkoba. Diperkirakan sekitar 2.500 militan mempertahankan kota tersebut.
ISIS terus mengendalikan kota-kota Suriah timur, Deir Ezzor dan Mayadin, serta daerah-daerah perbatasan tanpa hukum yang menghubungkan Irak dengan Suriah. Namun jatuhnya Raqqa dan juga Mosul — dua hadiah terbesar kelompok militan di Suriah dan Irak — akan menandai sebuah kekalahan ideologis dan juga jadi masalah teritorial bagi ISIS.

(Baharudin – sisidunia.com)