Home » Techno » Robot Pemuas Nafsu Ini Diyakini Bisa Menyembuhkan Depresi

Robot Pemuas Nafsu Ini Diyakini Bisa Menyembuhkan Depresi



Jakarta – TeknologiĀ robot humanoid beberapa di antaranya sudah dipamerkan ke publik. Namun, diakui bahwa robot ini belum siap untuk diadopsi.Ā  Salah satu yang cukup menarik perhatian dan menjadi perdebatan di kalangan ilmuwan, adalah robot seks.

Robot Pemuas Nafsu Ini Diyakini Bisa Menyembuhkan Depresi

Gambar Ilustrasi

Ya, robot seks kelak akan menyerupai manusia, apalagi didukung dengan teknologi kecerdasan buatan (AI, Artificial Intelligence) yang membuat tingkah lakunya juga sama dengan kita.

Pada waktu mendatang, perusahaan manufaktur True Companion siap memproduksi robot seks yang bisa menyembuhkan depresi pada kaum pria.

Perusahaan manufaktur robot seks yang berbasis di New Jersey, Amerika Serikat (AS) itu diketahui tengah menciptakan Roxxxy, robot yang dirancang khusus untuk menemani pria yang sepi dan depresi.

Bahkan, wajah mereka bisa dirombak mirip dengan wajah kerabat terdekat yang sudah meninggal dunia, entah itu istri, pacar, atau sahabat.

Kabarnya, Roxxxy akan dijual di pasaran dengan harga sebesar 7.700 pound sterling (setara dengan Rp 133 juta). Robot ini dirancang dengan konfigurasi pengaturan perilaku.

Layaknya manusia, ia bisa merespon emosi dengan kalimat-kalimat penyemangat. Tak cuma Roxxxy, True Companion bahkan juga telah menyiapkan versi pria dari robot seks tersebut, mereka menamainya Rocky.

Alasan True Companion menciptakan robot seks ini tak lain karena tingginya permintaan konsumen untuk membeli robot yang wajahnya mirip dengan mendiang kerabat.

“Lebih dari 50 persen konsumen meminta kami menciptakan robot, di mana wajahnya mirip dengan orang yang mereka sayangi tetapi sudah meninggal dunia,” kata Douglas Hines, engineer robot True Companion.

Walau mengusung embel-embel seks, robot tersebut ternyata tidak sepenuhnya dirancang untuk aktivitas dewasa. “80 persen keterlibatan Roxxxy dan Rocky itu sosial, jadi interaksinya lebih ke percakapan,” ujar Hines menambahkan.

Pun demikian, tidak menutup kemungkinan jika 10-20 persen keterlibatan robot seks bisa digunakan secara seksual. “Kebanyakan konsumen toh mencari cara menyembuhkan depresinya dengan kontak fisik,” timpalnya.

(seph – sisidunia.com)