Home » Gaya Hidup » Unik, Nama Bocah Ini Yakin dan Percaya

Unik, Nama Bocah Ini Yakin dan Percaya



Bengkulu – Seorang bocah sekolah dasar negeri (SDN) 07 Desa Taba Padang, Kecamatan Seberang Musi, Kabupaten Kepahiang, Provinsi Bengkulu, memiliki nama unik, yakni Yakin Dan Percaya.

Unik, Nama Bocah Ini Yakin dan Percaya

“Nama saya, Yakin. Lengkapnya, Yakin Dan Percaya,” kata Yakin.

Baca Juga : “Pajak Kendaraan Yang Tertunggak di DKI Mencapai Rp 1,8 Triliun “

 Ia adalah anak dari pasangan Romi (50) dan Maryani (40) yang tinggal di kawasan hutan desa, tepatnya di bawah bukit pacat yang berjarak sekira 5 kilometer (KM) dari pusat desa.

Anak bernama unik yang lahir pada 2007 itu mengatakan meski punya nama yang tergolong aneh, namun ia tidak minder.

Bocah yang kini duduk di bangku kelas III SD dan tinggal di sebuah pondok reot hutan belantara itu bahkan tetap semangat menuntut ilmu walau harus berjalan kaki sejauh 5 km menuju sekolah yang berada di pusat Desa Taba Padang.

Yakin Dan Percaya, saat ditemui, mengisahkan, ia pernah bertanya pada sang ayah, Romi terkait nama panjangnya.

Dari pertanyaan itu, kata dia, ayahnya menjawab nama lengkapnya adalah Yakin Dan Pecaya. Di buku tulis dan buku pelajaran yang ia miliki namanya ditulis nama lengkap, Yakin Dan Percaya. Begitu juga di buku absensi di kelasnya.

”Saya tanya sama bapak saya, nama lengkap saya siapa. Bapak saya jawab, Yakin Dan Percaya,” katanya polos saat ditemui, belum lama ini.

Lain halnya, dengan nama adik kandung perempuannya. Nama, adik Yakin, diberi nama Eka, yang hanya satu kata. ”Nama adik saya, Eka. Iya, hanya Eka,” jawabnya.

Namun, saat dikonfirmasi dengan ayah. Dia mengaku enggan banyak memberikan komentar soal nama tersebut. Romi hanya mengatakan, jika nama anaknya, Yakin. ”Iya, nama anak saya, Yakin,” singkat Romi.

Ditambahkan, mantan kepala desa (kades) Taba Padang, Yoyon. Pasutri ini tinggal di kawasan hutan desa sejak belasan tahun lalu. Keduanya memiliki dua orang anak, yang bersekolah di SDN 07 Taba Padang.

”Nama anak pertamanya memang, Yakin. Saat lihat dibuku pelajarannya, tertulis nama lengkapanya, Yakin Dan Percaya,” sampai Yoyon.

Secara administrasi, sampai Yoyon, keluarga Romi belum memiliki kartu keluarga, KTP dan identitas penunjang lainnya. Sebab, kata dia, pengurusan administrasi tersebut tergolong rumit. Sehingga, jelas Yoyon, administrasi secara kependudukan belum dikantongi keluarga yang tinggal di kawasan hutan tersebut.

”Kita sudah mencoba mengurus ke pemerintah kabupaten. Namun, belum selesai dan prosesnya cukup panjang,” demikian Yoyon.

(seph – sisidunia.com)