Home » News » Jaksa Kejati Lampung Bakal Melelang Minyak Mentah Seberat 5 Ton

Jaksa Kejati Lampung Bakal Melelang Minyak Mentah Seberat 5 Ton



Lampung – Barang bukti minyak mentah seberat 5 ton hasil ungkap kasus pengoplosan BBM yang disita oleh Jaksa (Kejati) Lampung, petugas Subdit I Industri Perdagangan dan Investasi (Indagsi) Polda Lampung di wilayah Pringsewu pada Kamis (6/7/2017) lalu, bakal dilelang .

Jaksa Kejati Lampung Bakal Melelang Minyak Mentah Seberat 5 Ton

Gambar Ilustrasi

Kepala Subdit I Indagsi Polda Lampung, AKBP. Budiman Sulaksono mengatakan, perkara BBM oplosan tersebut sudah tahap satu dan dinyatakan oleh Jaksa telah P19.

“Dari pentunjuk Jaksa, ada yang harus dilengkapi yakni terkait barang bukti, BBM seberat 6 ton,” kata Budiman Sulaksono, saat ditemui di ruang kerjanya, pada Senin (28/8/2017) siang.

Menurut Budiman Sulaksono, terkait dengan barang bukti BBM tersebut, diperkirakan seberat 1 ton telah dioplos dan seberat 5 ton masih berjenis minyak mentah.

“Jadi atas petunjuk Jaksa, diperkirakan minyak mentah seberat 5 ton itu yang bakal di lelang,” ujarnya.

Untuk itu, tambah Budiman Sulaksono kemungkinan Jaksa memberikan petunjuk tersebut guna mengetahui nilai minyak mentah dalam bentuk uang. “Minyak mentah itu sudah dititipkan di Rupbasan Kota Bandar Lampung,” imbuhnya.

Seperti diketahui, petugas Subdit I Indagsi Polda Lampung, mengungkap tindak pidana pengoplosan BBM di wilayah Pringsewu, pada
Kamis (6/7/2017) lalu.

Selain mengamankan barang bukti BBM oplosan dan minyak mentah seberat 6 ton, petugas juga mengamankan sembilan orang yang berada di lokasi. Setelah diperiksa dari sembilan orang tersebut petugas menetapkan dua tersangka dugaan tindak pidana pengoplosan BBM yaitu, Billy selaku pemilik BBM oplosan dan Dedi selaku pemilik tempat pengoplosan.

Modus pengoplosan, pelaku membeli minyak mentah dari wilayah Banyu Asin, Sumatera Selatan, kemudian dioplos dengan premium atau pertalite asli, yang dibeli pelaku dari SPBU, dengan perbandingan satu liter minyak mentah dioplos dengan satu liter premium dan pertalite, atau satu berbanding satu.

Setelah itu minyak oplosan itu, di dipasarkan ke Pertamini di wilayah Pringsewu dan Pesawaran.