Home » News » Sepasang Tangan Wanita Ini Berhasil Disambung Oleh Dokter Bedah di Prancis

Sepasang Tangan Wanita Ini Berhasil Disambung Oleh Dokter Bedah di Prancis



Jakarta – Tangan seseorang putus tentu saja seperti sebuah kiamat kecil dalam hidupnya. Sebab, hampir dapat dipastikan bahwa dia tidak memiliki keutuhan anggota badan lagi.

Sepasang Tangan Wanita Ini Berhasil Disambung Oleh Dokter Bedah di Prancis

Ilustrasi

Namun hal ajaib terjadi di Prancis. Dalam sebuah kecelakaan yang terjadi beberapa waktu lalu, seorang wanita harus menerima kenyataan bahwa kedua tangannya putus akibat terlindas kereta api di Stasiun Chambery.

Ia terjatuh di rel kereta api dan lengannya terlindas kereta yang melintas. Ia pun harus kehilangan kedua lengan di atas siku.

Meski demikian, ia memiliki kesempatan mendapatkan tangannya kembali setelah melewati sebuah operasi langka dan rumit di Prancis. Petugas medis dengan kecepatannya tiba di tempat ekjadian tak lama kemudian.

Mereka lalu membungkus kedua lengan korban dengan bahan steril dan es untuk mempertahankan sel yang ada dalam lengan tersebut.

Operasi penyambungan tangan dilakukan pada 14 Agustus 2017, satu jam 50 menit setelah lengan wanita berusia 30 tahun itu terputus. Operasi pun dilakukan di Centre Hospitalier Universitaire Grenoble Alpes dengan melibatkan 10 tim medis.

Selama 4 jam, tim medis berupaya menyambungkan kedua tangan wanita tersebut. Operasi penyambungan tangan pun berhasil dilakukan. Penanganan yang cepat dari tim medis inilah yang disebut membuat operasi berhasil seperti dikutip dari Reuters, Minggu (27/8/2017).

“Kecepatan layanan darurat dan keterampulan tim medis memungkinkan kedua lengan dapat disambung kembali dan memberi pasien kesempatan pemulihan terbaik. Karena jika terlalu banyak penundaan dapat menyebabkan kerusakan permanen,” tulis pihak rumah sakit.

Meski demikian, kedua tangan wanita tersebut tidak akan bisa pulih sempurna seperti sedia kala. Ia juga tidak akan bisa menggerakkan tangannya dalam waktu dekat. Hal ini dikatakan oleh salah satu ahli bedah yang terlibat dalam operasi ini, Michael Bouyer.

“Otot tidak dapat diaktifkan kembali sepenuhnya. Sehingga beberapa gerakan akan menjadi masalah bagi pasien, terutama dengan lengannya. Tapi itu akan jauh lebih baik daripada menggunakan prostesis (tangan palsu-red),” jelas Michael Bouyer.

Menurut Bouyer, pasien tersebut membutuhkan waktu antara 18 bulan hingga dua tahun dengan fisioterapi agar tangannya bisa digunakan secara normal kembali.

Operasi pemasangan kembali dua lengan pertama kali dilakukan di Jerman pada 2008. Lalu operasi serupa dilakukan di China dan India sebelum dilakukan di Prancis. (Seph – sisidunia.com)