Home » News » New York Times Soroti Keadaan Trotoar Jakarta

New York Times Soroti Keadaan Trotoar Jakarta



Jakarta – Kondisi trotoar di Jakarta dinilai buruk dan tidak aman bagi pejalan kaki. Banyaknya lubang di trotoar, tidak adanya penutup selokan, hingga adanya pengendara motor yang naik ke trotoar untuk menghindari macet merupakan gambaran sehari-hari trotoar di Jakarta.New York Times Soroti Keadaan Trotoar Jakarta

Dilansir The New York Times, Sabtu (26/8/2017), periset di Stanford University mengungkapkan, Indonesia berada di posisi terakhir dari 46 negara yang diriset dalam hal jumlah langkah kaki warganya dalam satu hari.

Baca Juga : Ternyata Inilah Pelaku Sarace

Dari hasil riset tersebut, warga di Indonesia rata-rata hanya meangkah sebanyak 3.513 langkah per hari. Hasil ini jauh di bawah Hong Kong yang berada di peringkat pertama dengan 6.880 langkah per hari dan China di urutan kedua dengan 6.189 langkah per hari.

Hasil riset didapatkan dengan menggunakan perangkat smartphone dan jam tangan dengan melacak 717.000 orang di 111 negara dengan memantau 68 juta hari aktivitas.

Menurut data Pemprov DKi Jakarta, panjang trotoar di Ibu Kota hanya 7 persennya dari 4.500 mil yang seharusnya disediakan bagi pejalan kaki.

Tim Althoff dari Stanford University mengatakan, Jakarta membutuhkan lebih banyak trotoar untuk pejalan kaki.

β€œKota Jakarta membutuhkan banyak kegiatan untuk aktif. Trotoar buruk, sepeda motor di trotoar. Sudah jelas apa yang bisa dilakukan agar orang berjalan lebih banyak. Tidak mengejutkan jika orang tidak bisa berjalan banyak,” kata Althoff.

Hal ini juga diperburuk oleh budaya masyarakat yang lebih memilih menggunakan fasilitas lift atau eskalator daripada harus berjalan dengan menggunakan tangga.

(seph – sisidunia.com)