Home » News » Tunggu Penerbangan, Ibu dan Anak Ini Justru Curi Perhiasan Penumpang Lain

Tunggu Penerbangan, Ibu dan Anak Ini Justru Curi Perhiasan Penumpang Lain



Surabaya – Ibu dan anak  telah melakukan pencurian di T1 Bandara Juanda, Jumat (18/8/2017) pagi. Identitas tersangka diketahui adalah Iin Wahyuni, 33, dan Sutrisno, 17, warga Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur  yang juga merupakan salah satu penumpang salah satu maskapai penerbangan yang bertujuan ke Balikpapan.

Tunggu Penerbangan, Ibu dan Anak Ini Justru Curi Perhiasan Penumpang Lain

Gambar Ilustrasi

Keduanya ditangkap petugas pengamanan Bandara T1 Juanda dengan dugaan mencuri uang Rp 2 juta dan perhiasan emas 10 gram milik calon penumpang lain bernama Estu Wiludjeng asal Malang.

Baca Juga : Menpora Ajak Masyarakat Dukung Asian Games 2018

Pencurian tersebut berawal ketika korban dan tersangka menunggu penerbangan ke Balikpapan pada Jumat pagi. Sekitar pukul 05.00, datang korban membawa trolinya yang mengangkut tas dan koper ke toilet bandara yang berada di sisi timur.

Saat korban masuk, troli tersebut ditaruh begitu saja di lorong toilet. “Saat itu, tersangka bersama anak tirinya yang sedang menunggu menghampiri troli tersebut dan dibawa menjauh dari toilet,” kata salah satu petugas Avian Security (Avsec) Agung Setiawan.

Tak jauh dari lokasi, tersangka dan anaknya tersebut membongkar tas milik korban dan menemukan uang Rp 2 juta serta perhiasan emas seberat 10 gram. Uang dan perhiasan itu langsung diambilnya, sementara tas dan koper ditaruh di toilet sisi barat bandara Juanda.

Untuk menghilangkan jejak, tersangka dibantu anaknya mengambil identitas korban di dalam tas dan membuangnya ke tong sampah. “Tas tersebut ditemukan oleh petugas cleaning service  bandara dan dilaporkan ke kami. Tak lama kemudian korban menelepon dan mengatakan kehilangan tasnya dan benar ternyata barang tersebut miliknya,” jelas Agung.

Setelah mendapat laporan tersebut, petugas Avsec melakukan penyelidikan dengan memutar rekaman CCTV. Dari pantauan CCTV ini diketahui jika tersangka yang membawa tas korban dan mencuri uang serta perhiasannya. Pihaknya langsung mencari tersangka dan menemukannya di salah satu gerai makanan.

“Awalnya ia tidak mengaku, setelah kami geledah dan ada perhiasan milik korban mereka baru mengakuinya,” terangnya.

Di sisi lain Iin mengatakan tidak berniat mengambil tas tersebut. Ia menyatakan menemukan tas dan koper di troli. Tetapi ia mengaku memang mengambil uang dan perhiasannya. “Saya menyesal, saya tidak tahu kalau akhirnya harus ditangkap seperti ini. Kami rencananya mau pulang setelah mengantar anak saya ini berkunjung ke ibu kandungnya di Jember,” katanya.

(seph – sisidunia.com)