Home » Techno » Penelitian Ponsel Tanpa Batrai Terus Dikembangkan

Penelitian Ponsel Tanpa Batrai Terus Dikembangkan



Washington – Teknologi ponsel ke depan bakal bebas baterai. Penemuan terbaru ponsel bebas baterai itu karya sekelompok peneliti di University of Washington di Seattle.

Penelitian Ponsel Tanpa Batrai Terus Dikembangkan

Gambar Ilustrasi

 

Ponsel itu bekerja dengan menggalang sejumlah kecil tenaga dari sinyal radio, dikenal sebagai frekuensi radio atau gelombang RF. Temuan itu mungkin tidak sepadan dengan temuan teknologi telepon oleh Alexander Graham Bell, tetapi kedua peneliti di University of Washington, Shyam Gollakota dan Vamsi Talla, mengatakan terobosan mereka itu luar biasa.

Baca Juga : Instagram Bakal Hadirkan Fitur Baru Mirip Facebook

VIA Indonesia mengabarkan jika Gollakota berkata, “Ponsel tanpa baterai ini lompatan besar dalam hal kemampuan piranti bebas baterai karena kini ada piranti streaming yang bisa terus berbicara sambil menerima data, yang pada dasarnya adalah telepon,”

Ia membenarkan bahwa ponsel memerlukan energi listrik. “Iya! Betul. Ponsel biasa membutuhkan ratusan miliwatt listrik saat melakukan panggilan. Jadi, tidak mungkin membuat piranti seperti itu betul-betul bebas baterai. Yang kami lakukan, sebagai tantangan pertama, adalah menurunkan kebutuhan akan listrik yang besar itu,” imbuh Talla.

Begitu berhasil, terciptalah telefon yang bisa memanfaatkan energi elektromagnetik yang berdetak dalam bentuk gelombang frekuensi radio atau RF. “Gelombang RF ada di sekitar kita, misalnya, stasiun FM menyiarkan gelombang radio, juga stasiun AM, stasiun TV, menara ponsel, semua memancarkan gelombang RF,” ujar Talla.

“Kami sangat gembira atas teknologi ini dan University of Washington memiliki IP untuk teknologi ini dan kami sedang berusaha untuk intinya memasarkan dan memungkinkan ponsel ini sampai ke tangan masyarakat dan menerapkan sistem ini secara lebih luas,” tambahnya.

Tim itu berharap ada produk yang siap dipasarkan dalam waktu kurang dari setahun.

(seph – sisidunia.com)