Home » News » Keren, Ada Wajah Menteri Susi dan Bajak Laut di Tembok Ini

Keren, Ada Wajah Menteri Susi dan Bajak Laut di Tembok Ini



Solo – Tembok luar sebuah rumah makan di sudut perempatan Nonongan, Kecamatan Serengan, Solo, telihat karya dari beberapa anak muda. Sekelompok anak muda itu gambari tembok dengan mural yang bertemakan nasionalisme.

Keren, Ada Wajah Menteri Susi dan Bajak Laut di Tembok Ini

Gambar

Hasilnya, terlihat gambar kedua bapak proklamator kemerdekaan RI. Potret wajah Bung Hatta berukuran besar terlihat sedang tersenyum. Sedangkan Bung Karno tampak tengah berorasi di depan rakyat Indonesia.

Baca Juga : Tommy Soeharto Juga Terlihat Hadir di Acara Milad FPI

Di sebelah timur gambar proklamator, terlihat wajah Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dengan wajah garang dan mengenakan aksesoris khas superhero Wonder Woman. Tangannya menunjuk ke arah tokoh bajak laut dalam film Pirates of The Caribbean.

“Kita kemas sesuai dengan kondisi zaman sekarang. Kalau dulu VOC merampas hasil bumi, sekarang negara lain menjajah hasil laut. Tokoh Susi ini kan dikenal tegas dalam menjaga kedaulatan laut Indonesia,” ungkap salah satu seniman mural, Sonny Hendrawan.

Di atas mural proklamator, terdapat tulisan ‘Indonesia Never Again The Life Blood of Any Nation’. Kalimat dalam bahasa Inggris itu persis dengan grafiti di sudut-sudut kota pada pascakemerdekaan 1945.

Saat ini, pengerjaan mural masih belum selesai. Diperkirakan, proyek mural akan rampung pekan depan.

“Ini dimulai enam hari yang lalu. Pengerjaannya kira-kira butuh waktu 10 hari. Kita mulai sekitar jam delapan malam sampai pagi. Kalau catnya butuh sekitar 10 kaleng,” ungkap Sonny, Jumat (18/7/2017) malam.

Seniman dan budayawan, Sardono W Kusumo, sebagai penggagas sekaligus pemilik lokasi, mengatakan mural atau street art dapat memberi dampak positif, terutama bagi pemuda yang hobi mencorat-coret tembok.

“Jadi ada proses edukasi dalam kegiatan mural itu. Kalau tembok itu digambar dengan serius dan bagus, akhirnya anak-anak muda terdidik juga. Buktinya selama delapan bulan tidak ada orang yang corat-coret di sini. Karena mereka tahu ini bagus,” ujar Sardono.

(seph – sisidunia.com)