Home » News » Seorang Penjaga Sekolah Kedapatan Cabuli Gadis SMP

Seorang Penjaga Sekolah Kedapatan Cabuli Gadis SMP



Jakarta – Seorang gadis SMP berusia 13 tahun telah mengakui bahwa dia telah digagahi oleh penjaga sekolah. Aksi tak terpuji itu dilakukan di perpustaakaan SD tempat tersangka bekerja . Korban mengakui ia digagahi lebih dari satu kali.

Seorang Penjaga Sekolah Kedapatan Cabuli Gadis SMP

Gambar ilustrasi

Tersangka Iham Nur Hakim, 28, menodai cewek yang masih duduk di bangku SMP ini setelah iming-iming akan membantu mengerjakan PR miliknya.

Baca Juga :  Persiapan DPR Jelang Sidang Tahunan MPR

Kanit Reskrim Polsek Pasar Rebo, AKP Bambang Edi mengatakan, terungkapnya kasus itu berdasarkan laporan dari warga. Saat itu pelaku sudah diamankan oleh warga beserta kedua orang tua siswi yang menjadi korban tindakan asusila tersebut.

“Terungkapnya itu ketika si anak cerita ke orang tuanya kalau pelaku melakukan tindakan tidak senonoh. Geram mendengar cerita anaknya, orangtua korban mendatangi pelaku ke sekolahan yang merupakan tempat kerjanya,” kata Bambang, Selasa (15/8/2017).

Pada saat itu, pelaku menjadi bulan-bulanan warga dan orangtua yang marah. Polisi yang mendapat laporan langsung mengamankan pelaku. “Saat diamankan, pelaku sudah babak belur dihajar massa, beruntung kami cepat datang,” ujar Bambang.

Dikatakan Kanit, dari informasi yang didapat, keduanya pernah saling mengenal karena korban pernah bersekolah di SD yang menjadi tempat kerja tersangka. Dari perkenalan itu, pelaku dan korban kenal dekat dan dengan mudahnya mengikuti perkataan pelaku. “Dulu kan dia di SD sana, sekarang sudah SMP kelas 1, jadi sudah kenal sebelumnya,” katanya.

Ketika melancarkan aksinya, pelaku mengajak korban melakukan tindakan asusila tersebut dengan iming-iming akan dibantu mengerjakan PR yang dirasa sulit menurut korban.

Selanjutnya pada 11 Agustus 2017 pelaku dengan dalih akan membantu pekerjaan sekolahan, menjemput korban pukul 17.30 di sekolahan korban. Gadis belia ini diajak ke perpustakaan yang kala itu sudah disiapkan matras. “Sesampainya di TKP korban disuruh tiduran, lalu pelaku secara paksa melakukan tindak senonoh kepada korban, korban sempat menolak namun tidak kuasa,” katanya.

Hingga kini, kata Bambang, belum diketahui apakah perbuatan pelaku juga pernah dilakukan sebelumnya. Pasalnya, korban belum dapat dimintai keterangan karena masih shock. “Pemeriksaan masih berjalan, hasil visum juga belum tahu karena kan semalam baru detang, sore baru selesai visum, malam belum dapat di mintai keterangan,” katanya.

Hingga kini pelaku tengah diamankan di Polsek Pasar Rebo untuk pemeriksaan lebih lanjut. Akibat perbuatannya, tersangka dijerat dengan pasal 82 UU RI nomor 35 tahun 2014 perubahan atas UU RI nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 15 tahun.

(seph – sisidunia.com)