Home » News » Inilah Minimarket di Ngawi Yang Tak Mau Pasang Bendera Merah Putih

Inilah Minimarket di Ngawi Yang Tak Mau Pasang Bendera Merah Putih



Ngawi – Menjelang kemerdekaan Indonesia berbondong-bondong warga ingin menyambut hari bahagia itu. Kemerdekaan Indonesia setiap tahunnya disambut dengan meriah untuk mengenang jasa pahlawan.

Inilah Minimarket di Ngawi Yang Tak Mau Pasang Bendera Merah Putih

Gambar Lokasi Minimarket di Ngawi

Namun sangat disayangkan, rasa nasionalisme perjuangan ini tidak semuanya diikuti seperti kejadian di Ngawi, Jawa Timur. Puluhan warga Desa/Kecamatan Geneng yang dipimpin kepala desanya sekitar pukul 10.00 WIB, Selasa (15/8/2017), turun tangan menutup salah satu minimarket yang masuk Dusun Sambirobyong atau di Jalan Raya PG Soedono Ngawi-Maospati.

Baca Juga : Pemerintah Masih Pelajari Wacana Pembangunan Apartemen Untuk DPR

Kepala Desa Geneng, Kabupaten Ngawi, Jawa Timur, Subandono memimpin warganya menutup satu minimarket yang berada di Jalan Raya PG Soedono Ngawi-Maospati, Desa Geneng, Kecamatan Geneng.

Penutupan ini menyusul tidak ada satupun bendera merah putih atau umbul-umbul yang dikibarkan. Padahal, menurut Subandono, memasang bendera merah putih menjelang perayaan HUT RI itu wajib bagi warga negara yang menghormati para pahlawan.

Menurut keterangan warga setempat, penutupan minimarket itu menyusul tidak ada satupun bendera merah putih atau umbul-umbul yang dikibarkan dilokasi waralaba ini. Padahal sebelumnya pihak minimarket sudah diperingatkan secara lisan untuk memasang bendera merah putih oleh perangkat desa setempat.

“Karena mereka tidak menggubris peringatan langsung warga untuk memasang bendera merah putih dan terpaksa minimarket itu ditutup. Dan minimarket itu bisa buka kembali tentunya setelah perayaan 17 an,” terang Gembong Pranowo salah satu warga Desa Geneng, Selasa (15/8/2017).

Terkait aksi penutupan ini Kapolsek Geneng AKP Widodo turun kelokasi kejadian. Untuk menciptakan kondisi aman langsung dilakukan mediasi antara pengelola minimarket dengan pihak desa. Bahkan perwakilan minimarket sendiri meminta maaf kepada warga Desa Geneng dan berjanji secepatnya mengibarkan bendera sesuai peringatan warga.

Hanya saja sampai berita ini diturunkan kondisi minimarket yang dimaksudkan itu tampak sepi. Bahkan pintunya tertutup rapat demikian juga tidak terlihat satupun para pelayan selain itu tidak tampak adanya transaksi seperti hari biasanya.

(seph – sisidunia.com)