Home » News » Bejat, Guru Agama di Pasuruan Gagahi Muridnya di Mushala

Bejat, Guru Agama di Pasuruan Gagahi Muridnya di Mushala



Pasuruan –  Satuan Reskrim Polres Pasuruan menangkap seorang guru agama di Pasuruan karena diduga melakukan pencabulan pada santriwatinya yang berusia 11 tahun, Senin (14/8/2017) siang.

Pria 60 Tahun Cabuli Belasan Bocah di Bawah Umur

Gambar ilustrasi

Pelaku bernama Misbachuddin (58), warga Dusun Tamping, Desa Watukosek, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, diduga kuat mencabuli muridnya berinisial PDK (11) pada awal Maret lalu.

Baca Juga : Menurut Fahri, Gedung DPR Harus Segera Diperbaiki

Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono mengatakan, penangkapan, penetapan, serta penahanan tersangka ini dilakukan setelah penyidik menemukan barang bukti.

Polisi menemukan dua alat bukti yang menjadi dasar menetapkan guru agama tersebut sebagai tersangka dan ditahan.

Raydian, sapaan akrabnya, mengatakan, dalam pemeriksaan, penyidik menemukan indikasi kuat bahwa tersangka ini mencabuli korban. Dugaan awal, korban dicabuli satu kali di mushala ponpes.

“Sementara ini, tersangka mengaku baru sekali mencabuli korban. Mulanya, tersangka justru tidak mengaku sudah mencabuli korban. Nanti kami akan mendalami kasusnya,” tambah Raydian.

Kapolres Pasuruan AKBP Raydian Kokrosono bersama Ketua Komnas HAM Agust Merdeka Sirait bertemu dengan tersangka dugaan pencabulan di Ruang Gelar Perkara Satreskrim Polres Pasuruan.

Menurut Raydian, kepada polisi, tersangka mengaku berpura-pura memberi obat kepada korban.

Jadi, dari situlah, tersangka melampiaskan nafsu bejatnya. Kejadian itu dilakukan setelah shalat subuh.

“Tersangka menemui korban di mushala setelah salat subuh berjamaah. Selanjutnya, tersangka memberikan minuman sprite yang sudah dicampuri dengan bodrek. Korban diminta untuk meminumnya,” ungkapnya.

Mantan Kapolres Lumajang ini mengungkapkan, kala itu, korban sempat menolak permintaan tersangka.

Namun, yang bersangkutan (tersangka) memastikan bahwa minuman itu aman dikonsumsi dan dipercaya bisa meningkatkan daya tahan tubuh, dan menambah kebugaran.

“Tersangka meyakinkan korban, minuman itu bisa menjaga stamina dan kebugaran tubuh. Korban yang juga takut langsung meminumnya,” papar dia.

Setelah itu, korban langsung merasa pusing dan tidak sadarkan diri. Di situlah, tersangka mulai melucuti dan melepas satu per satu pakaian korban.

“Tersangka melampiaskan nafsunya. Pengakuannya, hanya sekali dan setelah itu, korban diminta kembali ke pondok dan meminta untuk tidak melaporkan atau bercerita apa yang sudah dilakukannya bersama tersangka,” tandasnya.

Setelah itu, kata Raydian, pihaknya mengaku mendapatkan laporan dari keluarga korban. Laporan itu berawal dari perubahan sikap yang dialami korban.

“Keluarga curiga karena korban ini mengalami perubahan sikap. Setelah ditanya, korban mengaku,” paparnya.

Satu kerudung warna ungu, satu kaus dalam warna biru, satu kaus lengan panjang warna merah muda, satu rok panjang warna biru, satu celana dalam warna biru gambar monyet diamankan sebagi barang bukti.

(seph – sisidunia.com)