Home » News » 105 Unit Rumah Disegel Karena Belum Bayar Sewa

105 Unit Rumah Disegel Karena Belum Bayar Sewa



Jakarta –  105 unit rumah dari  879  di Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) disegel oleh Unit Pengelola Rumah Susun (UPRS) Tambora, Senin, (14/8/2017).

105 Unit Rumah Disegel Karena Belum Bayar Sewa

Rumah Susun Tambora

Sarjoko, Kepala UPRS Tambora mengatakan total ada 261 penghuni Rusunawa Tambora yang menunggak cicilan lebih dari tiga bulan, tapi untuk hari ini pihaknya hanya fokus penyegelan pada penghuni yang menunggak cicilan selama enam bulan ke atas sebanyak 105 unit.

Baca Juga : Kue Buah Berumur 106 Tahun, Masih Layak Makan ?

“Kami prioritaskan dulu yang enam bulan keatas, kami berharap yang baru nunggak tiga bulan bisa segera menyelesaikan kewajiban mereka,” katanya saat memimpin langsung jalannya penyegelan.

Meskipun begitu, lanjut Sarjoko, pihaknya kedepan tetap akan melakukan penindakan kepada para penghuni rusun yang menunggak cicilan. “Ini sebagai tindak lanjut intruksi pak gubernur. Di Pergub 111 Tahun 2014 Tentang Mekanisme Penghunian Rusunawa juga jelas telah diatur tentang mekanisme rusun,” tuturnya.

Dari total 105 penghuni Rusunawa Tambora yang menunggak diantaranya 70 penghuni dari tiga Tower A,B,C Rusunawa Tambora yang cicilan perbulan Rp458.500 dan 35 lainnya dari blok 3B, 3C dan 4A, 4B dengan cicilan Rp101 ribu perbulan.

Sementara saat dilakukan penyegelan, Isnawati, yang telah tinggal sejak 1992 dan menunggak 11 bulan mengaku belum membayar karena Bank DKI tempat membayar, letaknya jauh dari rusun.

“Males ke bank-nya jauh, duit udah saya siapin sih. Sekarang kan udah ada tuh bank disiapin disana ya bakal saya bayar,” ucapnya.

Sementara Maidah, penghuni rusun lainnya yang menunggak 20 bulan tidak terima mendapat surat penyegelan. Pasalnya, ia mengaku telah menyetor tunggakan dua hari yang lalu.

“Lah saya kaget kenapa tiba-tiba dapat surat penyegelan, dua puluh bulan lagi. Baru kemarin saya lunasin,” katanya.

Jika memang Maidah telah menyelesaikan pembayaran oleh petugas diminta untuk menyerahkan bukti rekening pembayaran kepada pengelola rusun yang berada di tower. “Nanti ibu tinggal print out dan kasih ke kita, karena ibu baru bayar kemarin jadi belum ke auto debit, tapi datanya pasti ada kalau ibu benar membayar,” kata petugas.

Sarjoko menjelaskan, mereka yang mendapat surat penyegelan diberi waktu tujuh hari terhitung hari ini untuk menyelesaikan tunggakan. Jika masih belum membayar mereka terancam diusir dari rusun.

(seph – sisidunia.com)