Home » Gaya Hidup » Begini Cara Hilangkan Ketergantungan Anak Pada Smartphone

Begini Cara Hilangkan Ketergantungan Anak Pada Smartphone



Jakarta – Teknologi kini semakin banyak digemari dari segala usia, termasuk memiliki smartphone yang super canggih. Namun, apakah perangkat tersebut bisa berbahaya jika digunakan oleh anak-anak Anda?

Begini Cara Hilangkan Ketergantungan Anak Pada Smartphone

Ilustrasi

Tentu saja bisa, sebab hingga kini para orang tua dengan bebas memberikan fasilitas penggunaan smartphone pada anak mereka. Tak hanya berbahaya bagi psikis tetapi juga berbahaya bagi kesehatannya.

Baca juga : Tips dan Trik Agar Saat Menyetrika Tak Merusak Baju

Beberapa tahun terakhir, anak-anak menjadi kurang peduli dengan mainan yang diberikan oleh orang tuanya, mereka lebih memilih menghabiskan waktu dengan bermain ponsel dan berjelajah di internet seharian penuh.

Bertekad untuk mengubah hal tersebut, seorang pria asal Inggris yakni Richard Pursey membawa masalah ini ke tangannya sendiri. Ia menemukan sebuah aplikasi yang memungkinkan orang tua untuk mencegah anak-anak mereka ketergantungan pada smartphone.

Aplikasi tersebut dijuluki SafeToNet. Perangkat lunak ini memungkinkan orang tua untuk menonaktifkan aplikasi lain pada perangkat mobile anak-anak, memonitor situs web yang mereka akses dan mengatur durasi ponsel, serta mematikan ponsel secara langsung jika diminta.

Aplikasi ini merupakan respons terhadap meningkatnya kekhawatiran akan bahaya yang ditimbulkan oleh akses tak terbatas anak ke internet.

Pursey mengatakan bahwa dia merasa harus bertindak saat melihat anak-anaknya sendiri yang tenggelam di jejaring sosial selama seharian penuh.

“Jika Anda ingin anak meletakkan telepon mereka di sana akan ada saat konflik. Perangkat lunak kami memungkinkan Anda mengunci perangkat anak dari jarak jauh, entah itu di meja atau berada di kamar tidur mereka,” kata Pursey.

SafeToNet menggunakan kecerdasan buatan untuk mempelajari pola perilaku normal anak, seperti yang mereka ajak bicara dan apa yang mereka katakan, agar dapat menyaring konten berbahaya.

“Jaringan sosial adalah daerah barat yang liar, mereka benar-benar di luar kendali. Saya melihat semua hal mengerikan ini dalam penelitian saya, saya benar-benar tercengang. Kami ada untuk memblokir konten berbahaya sebelum terlihat dan sebelum kerusakan dilakukan,” ujar Pursey.

Puluhan sekolah di seluruh Inggris kabarnya akan segera menguji aplikasi ini pada awal tahun ajaran baru.

Aplikasi besutan Pursey ini ternyata juga telah mendapat dukungan dari sektor pendidikan. Namun juru kampanye keamanan anak mengatakan bahwa aplikasi ini mungkin bersifat kontra intuitif dan mencegah anak-anak membuka diri kepada orang tua mereka.

“Saran kami adalah orang tua seharunya berbicara dengan anak-anak mereka daripada menggunakan alat pemantau, yang bisa berdampak pada privasi mereka, terutama saat mereka bertambah tua,” ungkap juru bicara kampanye keamanan anak seperti dikutip dari Telegraph, Minggu (13/8/2017).

(Seph – sisidunia.com)