Home » News » Mayoritas Katolik, Warga Aeramo Bersatu Membangun Masjid

Mayoritas Katolik, Warga Aeramo Bersatu Membangun Masjid



NTT – Mesjid Nurul Jihad adalah mesjid yang dibangun oleh masyarakat Desa Aeramo yang mayoritas penduduknya beragama Katholik.

Mayoritas Katolik, Warga Aeramo Bersatu Membangun Masjid

Peletakan batu pertama masjid Nurul Jihad

Pembangunan mesjid untuk umat Islam di sana mendapatkan dukungan dari Pemerintah Desa Aeramo dan Fungsionaris Adat Nataia, serta masyarakat Aeramo yang berasal dari berbagai etnis dan agama, akhirnya melakukan peletakan batu pertama pembangunan masjid tersebut.

Baca Juga :  MUI Akan Membantu Eks HTI Lebih Memahami Tentang Khilafah

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nagekeo saja sampai tidak bisa berkata-kata saking terharu karena pembangunan mesjid Nurul Jihad tersebut mendapat dukungan penuh dari Pemerintah dan tokoh adat setempat yang mayoritas beragama non-muslim.

“Luar biasa. Saya tidak bisa berkata-kata. Banyak orang berteriak kerukunan, toleransi, NKRI, Aeramo wujudkan itu dalam tindakan nyata.”

“Umat Islam pelihara suasana ini. Jangan biarkan suasana seperti ini cepat berlalu,” kata Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Nagekeo, Muhammad Yunus Manetima dalam sambutannya pada kegiatan Peletakan Batu Pertama Masjid Nurul Jihad Aeramo.

Bahkan Kepala Desa Aeramo, Serevinus Mena,S.Sos mendukung pembangunan mesjid tersebut. Setelah menerima kunjungan beberapa tokoh Muslim Aeramo yang ingin menyampaikan niat untuk membangun masjid dan meminta tambahan lahan, beliau langsung berkomunikasi dengan fungsionaris Nataia.

“Ternyata Suku Nataia melalui Ketua Suku, Bapak Patris Meo merespons positif dan mengatakan lebih cepat lebih baik. Suku memberi tambah tanah 22 x 40 meter.”

Serevinus juga mengatakan bahwa dia bangga menjadi pemimpin di desa tersebut yang masyarakatnya pluralis tetapi tetap satu.

“Saya bangga menjadi pemimpin di wilayah yang masyarakatnya pluralis. Kami masyarakat Aeramo, terdiri dari berbagai etnis dan agama, tapi kami tetap satu.”

Bahkan Serevinus mengatakan bahwa :

“Bagi kami agama penting, tapi lebih penting persaudaraan.”

(seph – sisidunia.com)