Home » Hiburan » Enno Lerian Mengaku Tak Diperlakukan Sopan Oleh Driver Taksi Online

Enno Lerian Mengaku Tak Diperlakukan Sopan Oleh Driver Taksi Online



Jakarta – Kejadian tak mengenakkan penumpang terhadap pengemudi taksi online kembali terjadi. Kali ini, mantan artis cilik, Enno Lerian membagikan pengalaman buruk yang menimpanya lewat akun Instagram @ennolerian_, pada Jumat (11/8/2017).

Enno Lerian Mengaku Tak Diperlakukan Sopan Oleh Driver Taksi Online

Enno Lerian

Awalnya, Enno membawa mobil pribadi dengan penumpang ibu, adik, serta dua orang anaknya yang berusia 4 tahun dan 10 bulan, menuju Mall Ciputra Bekasi dari kediamannya. Kemudian, Ia mengisi bensin di alternatif Cibubur dekat Plaza Cibubur. Akan tetapi, selepas mengisi bensin, mobil yang mereka gunakan enggan hidup kembali.

Setelah 30 menit berlalu, Ia pun memutuskan menaruh mobil di pom bensin karena kelaparan dan anak-anaknya sudah terlalu lama di luar ruangan. Menurutnya, jarak dari pom bensi ke Mall Ciputra memang tidak jauh. Tapi, tidak memungkinkan menggunakan ojek online dengan jumlah penumpang empat orang, sehingga ia memilih taksi online yaitu Grab.

“Aku sih jujur sudah tidak punya aplikasi Grab karena pernah punya pengalaman yang gak enak. Jadi yang memesan adik dengan handphone mama. Karena jaraknya dekat jadi dapat tarif cuman Rp 10.000,” tulisnya.

Di sini, Enno mulai mengeluarkan keluh kesahnya. Sang pengemudi taksi online tak kunjung menelepon adiknya sehingga terpaksa harus menelelpon terlebih dulu. Dia dan keluarganya diminta jalan keluar hingga depan Plaza Cibubur karena lokasi pengemudi berada di depan setelah pom bensin.

Enno yang tengah mengandung pun terpaksa berjalan kaki dan menyempatkan diri untuk membeli penganan kecil yaitu kue cubit karena keadaannya yang tengah kelaparan. Saat memasuki mobil, ia merasa diperlakukan tidak menyenangkan.

“Masuk mobil si bapak yang nyalain musik agak kenceng nanya tujuan kemana, kaya naik taksi konvensional pake ditanya kemana, padahal kan saat order udah jelas tujuan kemana ya, dijawab lah ke Mall Ciputra,” terangnya.

“Si bapak pengemudi tidak menutup jendela mobil, padahal jalanan lagi ramai dan hectic banget. Aku tutup dong karena debu dan ada anak-anak juga, butuh nyaman pastinya. Aku minta AC-nya dinyalain, tapi si bapak tidak menyalakan dengan alasan freonnya yang entah kenapa, agak gak jelas karena berisik musik, dan jalanan,” tulisnya kembali.

Sehingga, ia pun menyimpulkan keadaan AC rusak sehingga bila dipaksa akan tetap panas. Tak lama, setelah melewati RS Mitra Cibubur, jalanan semakin padat dan situasi pun semakin tidak kondusif saat perjalanan.

“Anak- anak mulai kegerahan, saya kegerahan jujur saja, sempat jalan sambil gendong bayi pula. Mama saya juga mulai jengkel karena mulai kepanasam, mintalah ibunya menyalakan AC. Saya sempat bilang ke mama kalau AC-ya mati dan freon habis,” ungkapnya.

Tapi bukannya jawaban yang memastikan keadaan AC, pengemudi malah menyalahkan Enno beserta keluarga yang membawa makanan sehingga AC terpaksa dimatikan. Mendengar itu, Enno dengan kesal menanyakan keterkaitan makanan dengan pendingin udara tersebut.

“Dia bilan g kalau makan di dalam mobil bau makannya masuk ke dalam. Bikin mobil bau, iya sih bau kue cubit, tapi sebau apa sih kue cubit? Bau bawang emangnya?,” kesalnya.

Tak mau kalah, ibunda Enno mulai kesal dan menanyakan bila bawa makanan tidak boleh menyalakan pendingin udara.

“Dia bilang ini aturan dia, ini mobil pribadi, jadi itu ga ada aturan sama Grab. Saya bilang aja lah, kita kan bayar pak! Terus dia bilang, halah bayar murah segala mau ngatur!!,” ungkap Enno.

Sontak, Enno pun bertanya kenapa sang pengemudi mau mengambil orderan walaupun tarif murah. Tapi, kenyataan pahit didapat Enno beserta keluarganya.

“Eeh dia berinisiatif nurunin kita persis di puteran balik yang berhubungan sama Vila Nusa Indah. Saya sih tidak menolak turun, karena tidak mau berurusan panjang, dan adu mulut. Akhirnya, kami turun dan saya sempat memotret platnya,” lanjut Enno.

Padahal, Enno mengungkap jalanan tempatnya diturunkan sedang ada pembangunan, lalu lalang pada merayap sehingga debu sudah pasti bertebaran. Enno dan keluarga pun berjalan kaki menuju lokasi yang diinginkannya, sambil mengadu ke suami.

Selepas kejadian itu, Enno lantas menghubungi sang suami dan menceritakan secara detail kejadian yang telah menimpa dirinya, beserta keluarganya.
“Oke singkat cerita suami ngadu dan report ke grab, lalu menghubungi nomor si yang terdaftar di Grab. Akan tetapi, menurut suami pengemudi itu bukan orang yang tertera di kontak Grab. Melainkan supir lain,” terang mantan penyanyi cilik itu.

Akhirnya, Ia mencoba ikhlas karena memang sudah mendapat kejadian yang tidak mengenakkan. Menurutnya, Hidup memang tidak selalu bertemu dengan orang yang baik dan tulus, hanya Ia menyayangkan tindakan pengemudi yang semena-mena.

“Namanya hidup ga mesti ketemu sama orang yang baik dan tulus, cuman disayangkan saja, namanya kerja dan usaha, Allah kadang kasih kita nilainya gak seberapa, kadang besar kadang kecil, tapi apapun itu harus disyukuri,” tulisnya di kolom komentar.

Terakhir Enno pun berpesan kepada si pengemudi ojek online yang mungkin membaca tulisannya untuk tidak mempermasalahkan besar kecilnya tarif. Kemudian, Ia merasa lebih baik memilih taksi konvensional karena lebih menjaga sikap dan nama baik perusahaan.

“Kalau sikap dan attitude kebanyakan taxi online yang merasa mobilnya adalah mobil pribadi dan sesuka hati mereka mau seperti apa, orang pasti bakal milih taxi konvensional lagi sih,” tutupnya.

(seph – sisidunia.com)a