Home » News » Penyerahan Uang Untuk DPR Dibongkar Oleh Mantan Anak Buah Nazarudin

Penyerahan Uang Untuk DPR Dibongkar Oleh Mantan Anak Buah Nazarudin



Jakarta – Persidangan untuk terdakwa mantan Direktur Utama PT Duta Graha Indah (DGI) Dudung Purwadi yang bersaksi adalah Mindo Rosalina Manulang, Mantan Direktur Marketing Grup Permai. Mantan anak buah Muhammad Nazaruddin itu kembali mengungkap penyerahan uang kepada anggota DPR.Penyerahan Uang DPR Dibongkar Oleh Mantan Anak Buah Nazarudin

Dalam perkara ini, PT DGI ditunjuk oleh mantan Bendahara Umum Partai Demokrat tersebut untuk mengerjakan dua proyek pemerintah. Keduanya yakni, pembangunan rumah sakit khusus infeksi dan pariwisata Universitas Udayana tahun 2009-2010, dan proyek pembangunan Wisma Atlet, serta gedung serbaguna Provinsi Sumatera Selatan tahun 2010-2011.

Baca Juga : Rusia dan Indonesia Tingkatkan Kerjasama Dalam Bidang Perdagangan

Menurut Rosa, dalam prosesnya, Nazaruddin memintanya untuk berkomunikasi dengan PT DGI. Nazar memberitahu bahwa anggaran kedua proyek itu telah disetujui oleh DPR RI.

“Waktu itu, dia (Nazaruddin) sampaikan bahwa dia sudah setor ke semua anggota Banggar DPR, termasuk semua di Komisi,” kata Rosa kepada Majelis Hakim, Rabu (9/8/2017).

Menurut Rosa, saat itu Nazarudin menyampaikan bahwa agar DPR mau menurunkan anggaran, maka Nazaruddin perlu menyetorkan uang sebesar tujuh persen dari nilai anggaran yang diminta. Uang itu, nantinya akan ditagih kepada kontraktor yang akan melaksanakan proyek.

Ada pun, proyek Wisma Atlet membutuhkan anggaran Rp190 miliar. Sementara itu, proyek RS Udayana dapat anggaran Rp40 miliar.

“Misalnya ke Komisi X DPR, kita setor dulu tujuh persen, baru mereka sepakat diketok. Dulu, masih zamannya Pak Jhonny Allen (Jhonny Allen Marbun), lalu Pak Koster (I Wayan Koster), dan Ibu Angie (Angelina Sondakh),” kata Rosa.

Komisi Pemberantasan Korupsi sendiri telah menjerat PT DGI, atau PT Nusa Kontruksi Enjiniring sebagai tersangka korupsi. Perusahaan tersebut diduga merugikan keuangan negara mencapai puluhan miliar terkait proyek RS Khusus di Universitas Udayana, Bali

(seph – sisidunia.com)