Home » News » Ketua MPR Sindir Pihak Yang Masih Memperdebatkan Pancasila

Ketua MPR Sindir Pihak Yang Masih Memperdebatkan Pancasila



Jakarta – Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan memastikan orang yang selama ini mengoarkan penolakan Pancasila sebagai dasar negara tak lebih dari 3 persen.Ketua MPR Sindir Pihak Yang Masih Memperdebatkan Pancasila

“Dari survey yang pernah kami lakukan, tak lebih tiga persen yang menolak Pancasila, sedangkan 97 persen sepakat jika Pancasila sebagai dasar negara sudah final,” ujar Zulkifli Hasan saat menghadiri peresmian Pusat Studi Pancasila dan Bela Negara di kampus Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta Rabu (9/8/2017).

Baca Juga : Beredar Kabar Hoax Rumah Sandiaga Uno Digeledah KPK
Zulkifli menuturkan, dari angka tiga persen yang ditemukan menolak Pancasila itu pun tidak utuh kalau semuanya menolak. Ada satu persen responden yang menjawab ragu-ragu dan hanya dua persen yang memang tidak mau mengakui Pancasila.

“Dengan angka yang sangat sedikit itu, kalau khawatir ada pihak yang mau mengganti Pancasila sebagai dasar negara boleh saja, kita memang harus waspada, tapi jangan terus takut secara berlebihan,” ujar Zulkifli.

Zulkifli menuturkan Pancasila sebagai dasar negara sudah final. Pancasila telah menjadi jalan tengah dan kesepakatan konsensus semua agama dan pendiri bangsa. Dengan kondisi itu, Zulkifli meminta perdebatan tentang Pancasila sebagai dasar negara tak diributkan lagi.

“Pancasila itu alat pemersatu, jadi jangan dipakai untuk men-stempel orang,” ujarnya. Zulkifli menuturkan, Pancasila menjadi acuan segala kebijakan yang lahir di Indonesia.

“Jadi kalau ada yang sampai menentang Pancasila dan ingin menggantinya ya sudah harus dilarang. Titik. Tidak perlu ada perdebatan lagi, “ ujarnya.
Zulkifli Hasan pun mengapresiasi lahirnya pusat studi Pancasila di Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Kalijaga Yogyakarta itu. Menurutnya, UIN Sunan Kalijaga sebagai universitas Islam pertama di Indonesia yang memiliki pusat studi Pancasila. Sebab selama ini pusat studi Pancasila lebih banyak dijumpai di kampus-kampus umum seperti Universitas Gadjah Mada (UGM).“Kampus seperti UIN inilah yang memang seharusnya berada di depan untuk menjelasakan kalau ada yang masih bertanya soal Pancasila,” ujar Zulkifli Hasan.
(seph – sisidunia.com)