Home » News » Mengapa Ahok Diminta Hadir di Sidang Buni Yani ?

Mengapa Ahok Diminta Hadir di Sidang Buni Yani ?



Jakarta – Dalam sidang kasus pelanggaran UU ITE dengan terdakwa Buni Yani, terpidana kasus pinastaan agama Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok dijadwalkan hadir, Selasa (8/8/2017) hari ini.

Mengapa Ahok Diminta Hadir di Sidang Buni Yani ?

Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok

Namun, Ahok belum jelas kepastiannya apakah akan benar-benar hadir dalam sidang Buni Yani yang akan digelar di Bandung, Jawa Barat. Kehadiran Ahok di ruang sidangn juga belum bisa dipastikan oleh tim pengacaranya.

Baca Juga : Polisi Amankan 29 Orang Setelah Razia Kampung Narkoba

Anggota kuasa hukum Ahok, I Wayan Sudirta mengatakan, dia terakhir kali bertemu Ahok di tahanan Mako Brimob, Kelapa Dua, Depok pada Jumat (4/8/2017).

Saat itu, Wayan menyebut Ahok tidak memperlihatkan surat pemanggilan untuk hadir dalam sidang yang dilayangkan kejaksaan.

“Apakah Pak Ahok menerima atau tidak, saya tidak melihatnya. Kalau ada kan mestinya ditunjukkan ke kami. Kalau ditunjukkan, kami pasti memberikan pandangan,” kata Wayan, Senin (7/8/2017).

Selain tidak memperlihatkan surat pemanggilan, Wayan menyebut Ahok juga tidak menyinggung soal kemungkinan kehadirannya dalam sidang Buni Yani.

Ahok, kata Wayan, lebih banyak bercerita tentang buku-buku terbaru yang kini dibacanya selama di penjara.

“Keputusannya (hadir di sidang) tetap di Pak Ahok. Tapi suratnya tidak ada ditunjukan ke kami. Sehingga kita belum memberikan pandangan,” ujar Wayan.

Meski demikian, Wayan menyatakan, pihak keluarga maupun tim pengacara keberatan jika Ahok hadir dalam sidang di Bandung. Namun, Wayan menegaskan semua keputusan akhir tetap diserahkan ke tangan Ahok.

Tim pengacara mengaku mengkhawatirkan keamanan Ahok jika dia hadir dalam sidang tersebut. Menurut Wayan, tim kuasa hukum tidak meragukan kemampuan kepolisian dalam menjaga keamanan.

Namun, dia menyatakan, kehadiran Ahok dalam persidangan akan membuat polisi terpaksa mengerahkan personel dalam jumlah besar.

“Pak Ahok pemberani dan taat hukum. Pak Ahok tidak takut. Tapi kami tahu dia tidak harus hadir. Kami harus menjaga keselamaan klien supaya dia tidak terganggu keselamatannya. Untuk sekarang janganlah menambah beban bagi Pak Ahok. Biarlah dia menjalankan pengabdian dan pengorbanannya,” ujar Wayan.

(seph – sisidunia.com)