Home » Gaya Hidup » Setelah 7 tahun Menikah, Keinginan Selingkuh Akan Muncul

Setelah 7 tahun Menikah, Keinginan Selingkuh Akan Muncul



Jakarta – Banyak orang yang teah menikah menganggap bahwa masa tujuh tahun pertama dalam pernikahan merupakan masa yang penuh tantangan. Menurut studi terbaru, dorongan untuk berselingkuh ternyata muncul sebelum ulang tahun pernikahan yang ke-7.

Setelah 7 tahun Menikah, Keinginan Selingkuh Akan Muncul

Ilustrasi

“Seven Year Itch” dikenal dalam hubungan pernikahan yang menurut istilah psikologi digambarkan bahwa kebahagiaan pernikahan akan berkurang setelah tahun ke -7.

Illicit Encounter situs khusus hubungan gelap menyatakan bahwa “seven year itch” mungkin harus diubah menjadi “three year itch”. Sebab hal itu dikarenakan dorongan untuk memulai mengingkari janji pernikahan sudah muncul pada tahun ke tiga.

Untuk mengathaui seberpalama pasangan menikah akan berthan dengan pasangann, situs tersebut menyurvei 800 orang yang berselingkuh . hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa hampir semua pasangan dalam beberpa tahun pernikahannya tidak dapat menahan diri untuk berselingkuh.

Rata – rata pria setelah 3 tahun 5 bulan akan menggunakan situs kencan untuk menemukan wanita lain. Dikalangan wanita durasinya lebih rendah lagi, yakni 3 tahun 1 bulan.

Hal yang menarik, ternyata wanita lebih awal menyadari bahwa ada yang tidak beres dalam pernikahannya. Dibutuhkan waktu sekitar 15 bulan lagi untuk wanita dapat mengetahui adanya potensi keretakan dalam hubungan pernikahan mreka.

Lihat Juga: Wanita Menderita Kanker Payudar Di usia 50-an Seperti Yana Zein

Christian Grant, juru bicara Illicit Encounters mengatakan saat ini banyak orang yang kurang berpikir matang sebelum melakukan pernikahan.

Ia menjelaskan bahwa, bagi sebagian orang pernikahan adalah perlombaan, simbol status sosial, cara untuk menunjukkan kepada orang lain bahwa kehidupan mereka dalam keadaan yang lebih baik dari keadaan merka yang tidak menikah.

Karena takut akan ditinggal oleh sang kekasih, maka sebagian dari merka panik dan terburu –buru dalam menikah, yang akhirnya menikah dengan alasan yang salah, tanpa memikirkannya dengan benar.

Jadi tak heran jika masa bulan madu penuh gairan pun berkahir dengan singkat.
(Ciprobo-sisidunia.com)