Home » News » Serka Darwis, Taruhkan Nyawa Demi Penerus Bangsa

Serka Darwis, Taruhkan Nyawa Demi Penerus Bangsa



Kendari – Bukan hal baru jika para sebagian anak bangsa di negeri ini berjalan puluhan kilo atau pun melewati sungai yang dalam hanya demi sampai ke sekolah.

Serka Darwis, Taruhkan Nyawa Demi Penerus Bangsa

Serka Darwis saat menyebrangkan anak – anak sekolah menggunakan tali gantung

Sersan Kepala (Serka) Darwis Prajurit TNI Korem 143/HO Kendari berbekal tali slag tau katrol, selembar papan dan bambu membantu sejumlah anak-anak sekolah menyebrangi derasnya arus sungai Rantengin di Kolaka Utara (Kolut), Sulawesi tenggara (Sultra).

Melintasi sungai selebar 60 meter, Babinsa lalusua, Kolaka Utara setiap harus bertaruh nyawa membantu para siswa untuk menyebrangi sungai tersebut. Aktivitas tersebut telah dilakukan sejak tahun 2012 lalu.

Darwis saat dihubungi melalui sambungan telepon menuturkan, Ia saat menyebarangkan anak – anak untuk sekolah bisa sampai tiga orang, bahkan Ia mengendong anak kecil menggunakan sarung. Supaya, aman tali dililitkan dibadan anak – anak saat menyebrang.

Kondisi tersebut terpaksa dilakukan lantaran tidak ada jalan alternatif lain yang bisa digunakan oleh warga Desa Maroko, Kecamatan rantengin, Kolaka Utara.

Tidak ada fasilitas pendidikan ataupun pasar didesa tersebut. Sehingga warga Desa Maroko harus menyebrangi sungai untuk dapat sampai di tujuan.

Kondisi tersebut telah berlangsung selama bertahun – tahun, namun sampai sekarang Pemerintah Daerah Kolaka Utara idak kunjung membangun jembatan penghubung dua wilayah tersebut.

Darwis juga menuturkan jika cuaca bagus bisa dibantu oleh kakak – kakaknya. Jika cuaca buruk ia harus berada distu, karena kondisi akan sangat berbahaya.

Sebelum ada tali gantung, anak – anak memakai rakit pohon pisang untuk menyebrang sungai tersebut.
Akhirnya warga pun berswadaya membeli perlatan untukmembantu penyebarang di sungai itu. Peraltan tersebut meliputi, tali, bambu, dan papan untuk membuat jembatan tali tersebut.

Ketinggan tali dari permukaan air sungai berjarak 7 meter. Pada musim kemarau mencapai 2 meter, ssedangkan saat musim hujan mencapai 6 meter.

Mereka harus menempuh jarak 3i kilometer untuk sampai di SD dan SMP Maroko. Sedangakan mereka yang SMA atau Aliyah harus menempuh jarak 6 meter dari rumah mereka .

Anggota TNI yang akan pensiun 6 tahun lagi mengatakan bahwa niatnya untuk membantu didasari oleh harapan supaya anak – anak Desa tersebut bisa tetap mengenyam pendidikan.

Lihat Juga: Peneliti AS Percaya Sapi Dapat Memerangi Virus HIV

Ia merasa sebagai anggota babinsa kita diwajibkan untuk membantu masyarakat. Tidak hanya mengetahui masalah masyarakat tetapi juga dicarikan solusinya. Salah satunya akses pendidikan masyarakat di wilayah itu.

Anak –anak mengaku takut saat setiap kali bergntun di tali untuk menyebrang sungai. Terutama saat musim hujan arus sungai deras.

Selain anak-anak para warga pun harus melintasi tali gantung untuk menjual hasil panen kebun mereka.
(Ciprobo-sisidunia.com)