Home » News » PKS Minta Maaf Terkait Insiden Bendera Merah Putih Terbalik

PKS Minta Maaf Terkait Insiden Bendera Merah Putih Terbalik



Surabaya  –  Insiden pemasangan bendera dengan posisi terbalik di sekretariat DPD PKS. Insiden bendera terbalik itu murni kelalaian atau human error dan tidak ada unsur kesengajaan. Pihak DPD Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Situbondo minta maaf atas hal itu.

PKS Minta Maaf Terkait Insiden Bendera Merah Putih Terbalik

Gambar Ilustrasi

“Kami berterima kasih kepada masyarakat sekitar sekretariat PKS Situbondo yang telah mengingatkan, dan memohon maaf atas kelalaian tersebut,” ujar Ketua Umum DPW PKS Jatim Arif Hari Setiawan ketika dikonfirmasi di Surabaya, Sabtu (5/6/2017).

Baca Juga : Harapan Walikota Solo Dengan Diterapkannya Parkir Elektronik

Pihaknya juga mengaku telah menegur pengurus PKS setempat karena menyangkut bendera negara serta mendapat laporan dan pernyataan bahwa hal tersebut murni kelalaian, bukan kesengajaan.

DPW PKS Jatim, kata dia, juga akan mengingatkan seluruh jajaran pengurus dan kadernya untuk menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan dengan khidmat dan cermat.

“Tiap tahun kami telah menyampaikan edaran kepada seluruh jajaran pengurus untuk melakukan peringatan tujuh belasan di sekretariat-sekretariat partai bersama masyarakat, yang puncaknya dilakukan dengan upacara bendera pada 17 Agustus,” ucapnya.

Biasanya, lanjut dia, awal Agustus sekretariat-sekretariat PKS sudah mempersiapkan upacara, termasuk pembaruan bendera dan tiang yang akan digunakan.

Sebelumnya, pada Jumat kemarin, perangkat Desa Talkadang, Kecamatan Kota Situbondo, mendapat laporan adanya pemasangan bendera merah putih terbalik di sekretariat PKS setempat.

Foto-foto bendera terbalik (putih-merah) tersebut bahkan telah menyebar dan menjadi viral di sejumlah sosial media.

Sementara itu, Ketua Umum DPD PKS Situbondo Imam Ansori menyatakan permintaan maaf kepada seluruh rakyat Indonesia dan menegaskan tidak ada unsur kesengajaan.

“Bendera Merah Putih dipasang pada Kamis (3/8/2017) malam oleh penjaga kantor. Kami menanyakan kepada yang bersangkutan katanya tidak sengaja,” katanya.

(seph – sisidunia.com)