Home » News » Curi Amplifier Musala, Pria Ini Tewas Dibakar Massa

Curi Amplifier Musala, Pria Ini Tewas Dibakar Massa



Jakarta โ€“ Selasa 1/8/2017 di Kecamatan Babelan, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat ditemukan mayat seorang pencuri yang tewas di bakar massa.

 Curi Amplifier Musala, Pria Ini Tewas Dibakar Massa

Ilustrasi

Jasad tersebut di identifikasi merupakan seorang pria berinisial MA (30). Polres Metro Bekasi menegaskan bahwa pria tersebut pada sore tanggal 1/8/2017 diduga mencuri amplifier musala setempat.

Hal tersebut diperkuat dengan keterangan saksi penjaga atau marbot musalah tersebut.

Menurut Kasat Reskrim Polres Metro Bekasi, AKBP Rizal Marito, saat menghubungi Tribunnews.com, Rabu 2/8/2017 malam menyatakan bahwa hasil penyelidikan pihak kepolisian menunjukkan, bahwa orang yang dibakar oleh massa ini diduga kuat adalah seorang pencuri amplifier di musala diwilayah tersebut.

Pihak Polres Metro Bekasi menjelaskan hal tersebut menyusul beredarnya tulisan dan foto yang di unggah di Faceebook yang menyatakan, bahwa ada seorang pria MA yang tewas dibakar masa itu merupakan korban salah sasaran amukan massa.
Unggahan tersebut akhirnya beredar luas di media masa online. Petugas membawa jenazah MA ke Rumah Sakit Polri Kramajati, Jakarta Timur, untuk diautopsi.

MA tewas di bakar massa di Kampung Muara Bakti RT 012/07. Desa Muara Bakti, Kecamaytan Babelan, Kabupaten Bekasi pada hari Selasa 1/8/2017 sore.

Menurut penjelasan marbot yang di ungkap AKBP Rizala menyatakan, bahwa pelaor mengetahui 3 unti amplifier di musalanya hilang setelah pria yang belakangan di ketahui berinisial MA keluar meninggalkan musala tersebut.
Marbot sontak langsung berteriak maling kepada MA yang tengah berada diatas sepeda motornya masih didepan musala.
MA lantas langsung melarikan diri dengan sepeda motornya sejauh 2Km kearah pasar. Teriakan maling itulah yang mengundang massa yang ada dipasar tersebut.

Karena panik MA lantas menceburkan dirinya ke sungai hingga ke kampung seberangnya. Warga akhirnya dapat menangkap MA yang kemudian melakukan aksi main hakim sendiri terhadap pelaku.

Lihat Juga: Kasus Penyiraman Novel Baswedan Memasuki Hari ke-100

Rizal menegaskan, dari hasil penyidikan, diketahui MA berprofesi sebagai tukang service televisi. Amplifier yang ditemukan di atas motor MA adalah milik musala.

Penyelidikan tersebut sudah berdasrkan data dari pelapor dan beberapa saksi serta barang bukti yang ada.
Walaupun MA merupakan pelaku dugaan pidana pencurian , main hakim sendiri yang dilakukan oleh warga hingga menghilangkan nyawa seseorang tidak dapat dibenarkan, itu adalah melanggar hukum, menurut Rizal.

Pihak Polres Metro Bekasi dan polsek setempat selain menyelidiki kasus dugan pencurian yang dilakukan oleh MA juga menyelidiki kasus pengeroyokan sampai menghilangkan nyawa MA.

Petugas saat ini masih mencari sejumlah warga yang diduga terlibat dalam aksi pengeroyokan brutal tersebut.

Rizal menghimbau, sekrianya media massa tidal sal dalam menulis berita. Mengunduh atau mengambil unggahan yang beredar di media sosial terkait suatu peritiwa pidana hendaknya dikonfirmasi terlebih dahulu kebenarananya dan kejelasan sumbernya kepihak kepolisian setempat.
(Ciprobo-sisidunia.com)