Home » Gaya Hidup » Tak Perlu Kuatir Menikah Dengan Tabungan Pas-Pasan

Tak Perlu Kuatir Menikah Dengan Tabungan Pas-Pasan



Jakarta – Menikah adalah impian sebagian kaum hawa. Siapa yang tak ingin menikah, semua orang pasti mendambakan pernikahan.

Tak Perlu Kuatir Menikah Dengan Tabungan Pas-Pasan

Ilustrasi

Menikah bisa jadi adalah salah list pertama kamu dalam waktu dekat ini. Walaupun diantara kalian belum ada perencanaan untuk menikah, tapi pastinya keinginan tersebut ada. Terlebih melihat teman sebayamu yang sudah melangsukan pernikahan dapat menimpulan perasaan ingin.

Memikirkan bagaimana mempersiapkan pernikahan itu teryata perlu sekali. Yang diperlukan dalam pernikahan tidak hanya restu orang tua saja yang menjadi fokus pemikiran mu. Banyak sekali yang harus dipersiapkan dalam menuju pernikahan impian.

Hal yang harus dipersiapkan adalah mulai dari mental kalian, konsep pernikahan, gaun pernikahan beserta rias pengantinnya, dekorasi, serta catering pun harus di perhitungkan.

Sovenir dan undangan juga jangan lupa untuk diperhitungkan juga ya. Dengan banyaknya hal yang hars dipersiapkan seperti itu. Bisa dibayangkan biaya yang akan di keluarka pasti tidak sedikit.

Apa lagi dengan kondisi pengahasilan yang pas –pasan. Berusaha tidak merepotkan orang tua dengan belajar mandiri merupakan kebanggan tersendiri bagi beberapa orang.

Dengan keadaan berpenghasilan pas –pasan dan orang tua juga ternyata kurang mampu untuk menggelarkan pesta pernikahan. Dimana tabungan yang juga tak banyak, kayaknya susah ya untuk dapat menyelengarakan pernikan.
Namun walupun berat, yakin saja kamu dapat melewati masa – masa sulit itu. Tidak mustahil untuk menikah dengan tabungan pribadi.

Ada beberapa hal yang harus kamu perhatikan dalam meraih impian menikah dengan low budget, yaitu:

1. SABAR adalah hal utama yang harus kamu punya

Kenapa harus sabar? Bagaimana tidak, sabar adalah hal yang paling utama dalam melakukan segala hal. Terutama dalam hal pernikahan. Menikah itu tidak semudah menyatukan gula dan teh,pasti ada saja rintangannya, seperti intervensi dan ego dari semua orang yang terlibat dalam pernikahan kalian.

Menyatukan keinginan dengan pasangan kalian saja terkadang sulit, bagaimana jadinya menyatukan keinginan keluarga besar? Hemmm bisa dibayangkan kan menyatukan pikiran keluarga besar bisa menjadi hal yang sulit jika kalian ttidak sabar dalam memberikan pengertian kepada keluarga besar masing-masing.

Maka dari itu perlunya kamu dan pasanganmu untuk dapat mengontrol emosi. Pernah mendengar dari orang-orang yang berpengalaman kan, “kesabaran kita pasti sangat diuji dihari-hari menjelang hari H!”, jadi persiapkan kesabaran kalian untuk menghadapi hari – hari kedepannya nanti.

2. Wajib terbuka tentang kondisi keuangan masing – masing

Menikah itu menyatukan dua pasang sejoli dalam satu atap. Yang artinya nantinya orang menikah pasti hidup berdua. Susah senang di tanggung bersama. Nah, untuk itu diperlukan keterbukaan kondisi keuangan dari masing-masing pasangan. Seperti pendapatan, hutang, dan tangggungan biaya hidup anggota keluarga.

Kejujuran dalam keuangan itu sangat membantu pasangan dalam melangkah kedepannya nanti. Sehingga nantinya kamu dan pasangan dapat menyesuaikan anatara jumlah pendapatan dan pengeluaran untuk biaya menikah.

3. Keluarga boleh ikut dalam persiapanmu? Bicarakan dengan pasangan

Nah dalam pernikahan hal ketiga yang harus diperhatikan adalah turut campurnya keluarga dalam persipan pesta pernikahanmu. Kamu dan pasangan harus sepakat dalam hal ini. Diperbolehkan keluarga turut campur atau tidak, atau bisa fleksibel aja. Pastikan sejauh mana mereka diperbolehkan intervensi dalam berbagai macam urusan.

Karena kebanyakan yang terjadi ketika kalian menginginkan ini, orang tua malah menginginkan yang lain. Itu bisa membikin budgeting tidak terkontrol.

4. Buat budgeting

Ini juga merupakan hal peting yang tidak boleh luput dari pengawasanmu. Budgeting harus di hitung diawal, dikarenakan agar targetmu terarah dan tujuan menabung pun jelas. Jangan samapai karena ingin melangsungkan pernikahan yang mewah, kalian berdua samapai harus menguras kantong, yang mana sebenarnya hal itu bisa kalian tekan. Hitung tabungan yang sudah kalian kumpulkan untuk persiapan pernikahan. Mulai mencari sumber dana sampingan untuk dapat menampah penghasilan kalian berdua.

5. Setelah budgeting di buat, atur dalam pos-posnya masing-masing

Setelah kalian menghitung dan membuat list budgeting, masukkan perhitungan-perhitungan tersebut dalam setiap pos yang sudah kamu persiapakan. Pos – pos tersebut antara lain budgeting untuk gedung, catering, gaun dan perias, undangan, dal lain-lain. Kamu harus konsisten dalam mengelolanya. Jika salah satu pos melebihi budget yang sudah diatur itu dapat mengganggu pos – pos lainnya.

6. Berkencan tak harus mahal kan?

Untuk menambah – nambah biaya pernikahan kalian, saat berkencan berlakulah hemat. Itu sangat diperlukan untuk mengepres pengeluaran kalian dengan hal yang tidak perlu. Tidak perlulah makan di restoran atau jajan di luar. Kencan dirumah, memasak berdua selain lebih hemat juga romantis. Kalian bisa lebih dekat dengan keluarga besar.

7. Buang gengsi

Selalu bersyukur dengan kondisi yang ada. Jika kalian hanya mampu menggelar pesta pernikahan yang sederhana, itu tidak masalah. Pernikahan yang digelar sederhana bisa jadi indah an sangat berkesan saat kalian mampu mensyukurinya. Memang pernikahan itu sekali seumur hidup, dan pastinya ingin sekali digelar dengan mewah. Tetapi itu bukan ukuran, mewah tapi dipaksakan budget nya, bisa jadi setelah menikah bukannya merasa bahagia malah pusing bayar tagihan.

8. Jangan dahulukan emosi, hiduplah dengan bahagia

Hal terakhir yang perlu diingat dan dicatat, pernikahan merupakan momen sakral dan terjadi sekali dalam hidup kalian. Ingatlah alasan kalian menyelenggarakan pesta pernikahan adalah kalian ingin mengajak keluarga dan teman – teman kalian merasakan kebahagiaan kalian. Maka tunjukkanlah kalau kalian sangat bahagia dalam acara pernikahan itu walaupun terbatas dengan budget yang minim.

Nah bagaiamana, kalian pasti bisakan menikah dengan budget pas – pasan.
(Ciprobo-sisidunia.com)