Home » Travel & Kuliner » Apa Beda Makanan Fast Food dan Non Fast Food ? Simak Disini

Apa Beda Makanan Fast Food dan Non Fast Food ? Simak Disini



Jakarta โ€“ aktifitas yang padat sering kali menjadi alasan bagi sebagian warga untuk menyantap fast food atau hidangan cepat saji. Ini dikarenakan menyantap hidangan fast food dia anggap lebih praktis.

Apa Beda Makanan Fast Food dan Non Fast Food ? Simak Disini

Ilustrasi

Makanan fast food atau hidangan cepat saji ini identik juga dengan junk food atau makanan rendah gizi. Tetapi tidak semuanya fast food merupakan junk food. Masih banyak orang yang tetap memperhatikan kesegaran masakan.

Seperti yang diutarakan oleh Marketing Senior Manager Wingstop Indonesia Erin Arifin, Senin 31/7/2017 Ia mengutarakan bahwa seabagai penyuplai makanan, Ia memakai sistem non fast food atau made fresh from order, yang mengutamakan kesegaran. Jadi bisa dikatakan makanan akan di masak saat ada pesanan. Tidak pernah ada pemasakan ulang ataupun menyimpan makanan atau masakan yang sudah matang. Makanan selalu disajikan mendadak.

Erin juga mennyebutkan bahwa makanan non fast food memeliki bahan yang masih segar atau belum dioalah sama sekali. Misal masakan telah diungkep, dimarinasi, ataupun digoreng terlebih dahulu sebelum adanya atau mendekati permintaan atau order. Diperlukan waktu beberapa menit untuk dapat menyantap hidangan non fast food tersebut.

Kita para konsumen tentunya dapat dengan mudah membedakan mana makanan fast food dan non fast food jika dapat melihat isi dapurnya. Masalahnya, jika kita tidak dapat melihat isi dapur dari sebuah tempat makan yang kita kunjungi. Bagaimana caranya kita dapat mengetahui makanan yang disajikan tergolong fast food atau non fast food?

Makanan non fast food pastinya mengutamakan kesegaran bahan makanan sebelum di olah. Jadi tentunya masakan yang dihidangkan akan lebih segar teksturnya. Pada sayuran masih terasa crunchy, dan jika pada daging masih terasa juicy dan tidak kering didalam.

Erin menambahkan bahwa jika makanan cepat saji itu terdapat penumpukan sebelum di-order. Jadi daging yang akan disajikan telah kering karena terpapar udara. Masakan tersebut lalu dihangatkan di lemari penghangat, tau digoreng kembali yang menyebabkan minyak dalam makan akan bertambah.

Selain itu juga Erin menyampaikan bahwa bumbu dalam masakan akan terasa untuk hidangan seperti ayam goreng. Tidak hanya karena bahan utamanya yaitu ayam merupaka bahan segar, tetapi juga bumbu yang sangat meresap pada saat hidangan baru diangkat dari penggorengan.

Daging akan kurang terasa bumbu rempahnya dikarenkan bahan makanan yang dipakai terlalu lama menunggu dan menjadi dingin dan saat akan disajikan dihangatkan kembali.

Lihat Juga: Sate Ayam Goreng Yang Menggugah Selera

Ciri lainnya hidangan non fast food yaitu, masakan akan tersa panas saat dihidangkan. Panasnya masakan akan terasa sampai kedalam daging dengan asap mengepul, dan teksturnya masih lembut tidak keras seperti masakan di hangatkan.

Wingstop merupakan salah satu gerai makanan yang menyajikan hidangan non fast food. Hidangan utama yang mereka sajikan adalah chicken wings. Pengunjung memaang membutuhkan waktu yang lama saat memesan seporsi chicken wings berlumuran saus.

Wingstop merupakan resto waralaba yang menyajikan hidangan yang berupa olahan ayam, terutama bagian sayapnya. Dengan sloga flavor expert, pembeli dapat memilih hampir lebih dari 10 variasan rasa untuk hidangan ayamnya.

Cara mereka mensiasati kepadatan pembeli agar tetap memberikan bahan yang mash fresh kepada pelanggannya, ternyad mereka memiliki alat masaka yang cukup banyak dan selalu menambah persiapan bumbu serta bahan baku pada saat jam amakn siang dan makan malam.
(Ciprobo-sisidunia.com)