Home » News » 2 Minggu Lagi Habib Rizieq Pulang Ke Indonesia

2 Minggu Lagi Habib Rizieq Pulang Ke Indonesia



Jakarta โ€“ Pada Tanggal 15 Agustus mendatang, Habib Rizieq Shihab akan pulang ke Indonesia. Itu yang di ungkapkan oleh kuasa hukumya, Kapitra Ampera.

2 Minggu Lagi Habib Rizieq Pulang Ke Indonesia

Habib Rizieq

Kapitra saat ditemui di Mapolda Metro Jaya, Rabu 2/8/2017, menyatakan bahwa kliennya jika nanti pulang berarti akan mengahadapi semua permsaalahan dan hal yang berhubungan dengan keadaan yang ada saat ini.

Pentolan Front Pembela Islam ini terjerat kasus dugaan obrolan pornografi bersama Firza Husein. Ia ditetapkan menjadi tersangka dalam kasus tersebut.

Perkara Rizieq ini sempat diajukan ke Interpol guna untuk menerbitkan red notice. Namun, penerbitan red notice tidak bisa dilakukan dikarenakan dalam kasus tersebut tidak memenuhi syarat diterbitkannya red notice tersebut.

Karena kendala tersebut, pihak kepolisian sampai saat ini masih belum bisa memulangkan Rizieq. Yang saat ini masih berada di luar negeri.

Menurut kuasa hukum Rizieq, ulama FPI ini siap menghadapi proses hukum sebagai tersangka atas dugaan obrolan pornografi bersama Firza Husein.

Ia juga menambahkan, bahwa sebenarnya Habib Rizieq dari dulu siap menjalani kasus yang menimpanya. Hanya saja masalahnya, umat yang belum siap. Dikarenakan takut adanya sesuatu yang menciderai keadilan hukum yang berlaku. Umat belum bisa terima jika terdapat ketidak adilan dalam proses hukum yang menimpa ulamanya.

Lihat Juga: Pangeran Charles Apresiasi Program Pengelolaan Sampah Milik Tri Rismaharini

Jika ada jaminan keadilan itu sakral dan tidak di campuri kepentingan lain, Kapitra meyakinkan bahwa umat akan menerima keputusan tersebut.

Kapitra juga mengatakan, tidak ada penyambutan atas kedatangan Habib Rizieq. Rizieq berpesan kepada massanya agar tetap tenang dan tidak melakukan gerakan yang meresahkan masyarakat.

Jika massa Rizieq merasa keadilan dicederai dengan adanya campur tangan kekuasaan. Maka merupakan kewajaran dan manusiawi jika umat marah dengan hal tersebut, ujar Kapitra.
(Ciprobo-sisidunia.com)