Home » News » Tertangkap, Perempuan Berhijab Ini Sudah Sering Curi Kotak Amal Masjid

Tertangkap, Perempuan Berhijab Ini Sudah Sering Curi Kotak Amal Masjid



Malang – Tak henti – hentinya perempuan yang diketahui berasal dari Pasuruan ini menangis saat dikeler petugas keamanan UIN Maulana Malik Ibrahim, senin 31/7/2017. Perempuan bernama Rahmania Safitri ini mengaku tinggal di Jl. Lemantang, Perumahan Tembok, Kota Pasuruan.

Tertangkap, Perempuan Berhijab Ini Sudah Sering Curi Kotak Amal Masjid

ilustrasi-kotak amal

Perempuan muda ini ternyata telah beberapa kali melakukan pencurian tas di masjid kampus UIN Maulana Malik Ibrahim.
Aksinya akhirnya harus berakhir saat berhadapan dengan hukum. Dara 25 tahun ini mencuri tas milik Anas Tasia Januari, mahasiswa Pascasarjan Jurusan Ekonomi Syariah.

Anas menceritakan bahwa peristiwa tersebut bermula ketika ia hendak shalat dzuhur di Masjid at Tarbiyah lantai 2 pada kamis 27/7/2017.

Ketika hendak shalat, tanpa rasa curiga sedikit pun Ia menitpkan tas nya ke pada Rahmania yang saat itu berada dalam masjid. Ia mengira Rahmania adalah mahasiswa yang hendak shalat juga.
Tas yang berisi dompet, baju, laptop dan ponsel miliknya dibawa kabur oleh Rahmania.

“Saya shalat didepan, setelah selesai shalat, saya lihat kebelakang tas dan orangnya sudah tidak ada” Ujar Anas, Senin 31/7/2017.

Di Hari yang sama, pada saat Shalat Ashar. Anas kembali kemasjid yang sama untuk melaksanakan shalat ashar.
Tanpa diduga, ia melihat Rahmania sedang berada didalam masjid. Anas tidak tinggal diam, mengetahui orang yang mebawa lari tas nya ia langsung melapor kepada petugas keamanan disana.

“Petugas langsung menangkap Rahmania. Dia lalu di bawa ke Mako tanpa perlawanan” ,ujarnya.
Rahmnia dihadapan petugas mengakutelah melakukan pencurian sebanyak 20 kali dengan modus pura-pura shalat.
Selain itu, ternyata aksi tidak terpujinya itu tidak hanya dilakukan di UIN Maulana Malik Ibrahim tetpi juga pernah dilakukan di Universitas Brawijaya.

Salah seorang petugas keamanan setempat bernama Rully mengatakan bahwa alasan dibalik Rahmania melakukan aksi bejatnya itu dilatarbelakangi keperluan makan. Saat di tangkap rahmnia tidak membawa kartu identitas apapun.
Peremunpan asala Pasuruan itu merupakan pengangguran. Dia sempat manangis dan meminta ampun saat di tangkap. Namun petugas telah mengamankan sejumlah barang bukti dan dia tak dapat mengelak lagi.

Barang bukti yang telah di amankan oleh petugas antara lain kartu pengenal atas nama Qori Farozekiah warga Situbondo, Dewy Nur Fitriana warga Kota Batu, Anastika Suri warga Kabupaten Malang, Naji Y Maurifoh warga Sumenep dan banyak lagi lainnya.

Setelah menjalani pemriksaan di Mako Satpam, Rahmania lalu dibawa ke Polsek Lowokwaru guna dimintai keterangan lebih lanjut oleh pihak kepolisian terkait aksinya.

Barang milik Anas hanya Laptop dan dompet berisi uang sebesar Rp 100 ribu yang dapat kembali ketangannya.
Nantinya, Anas dan dua korban lainnya akan dimintai keterangan oleh petugas di Polsek Lowokwaru.
(Ciprobo-sisidunia.com)