Home » News » Novel Baswedan Gelisah Karena Korps Bhayangkara Belum Temukan Penyiraman Air Keras Terhadap Dirinya

Novel Baswedan Gelisah Karena Korps Bhayangkara Belum Temukan Penyiraman Air Keras Terhadap Dirinya



Jakarta –  Dahnil Anzar Simanjuntak, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, mengungkap kegelisahan  didalam hati penyidik senior Novel Baswedan, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), terhadap ketrampilan polisi saat ini. pelaku teror penyiraman air keras terhadap Novel belum juga ditemukan walau waktu tiga bulan lebih sudah dihabiskan oleh Korps Bhayangkara .

Novel Baswedan Gelisah Karena Korps Bhayangkara Belum Temukan Penyiraman Air Keras Terhadap Dirinya

Novel Baswedan

“Upaya menemukan pelaku teror penyiraman terhadapnya yang sangat lama disesalkan oleh Novel,” kata Dahnil, melalui keterangan persnya, Selasa (25/7/2017).

Baca Juga : Tim Tiger Polres Jakarta Utara Ringkus Enam Pejudi Kuo

Dahnil mengaku bersama Koordinator Kontras, Haris Azhar, beberapa hari lalu sempat membesuk Novel di Singapura. Ia menjelaskan, kegundahan Novel tersebut disampaikan dengan merujuk kemampuan polisi dalam berbagai kasus terorisme.

“Bila merujuk dengan kemampuan polisi dalam berbagai kasus terorisme yang bisa diungkap dengan mudah maka agak ganjil bila kasus penyerangan terhadapnya diselesaikan terkesan begitu sulit. Seharusnya mudah sekali. Namun, ada sesuatu yang mengganjal dan menghambat,” ujarnya.

Lebih lanjut ia mengaku memiliki beberapa hal penting terkait perkara yang menimpa Kasatgas kasus dugaan korupsi e-KTP itu. “Saya dan Haris Azhar akan menyampaikan beberapa hal yang penting kepada publik beberapa hari kedepan terkait penanganan kasus Novel baswedan yang ganjil ini,” imbuhnya.

Seperti diketahui, Selasa (11/4/2017) dini hari, saat hendak menuju kediamannya usai menunaikan salat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, Novel disiram air keras oleh dua orang pria tak dikenal yang berboncengan mengendarai sepeda motor. Akibatnya, sebagian wajah Kasatgas kasus dugaan korupsi e-KTP itu melepuh.

Semula ia dibawa ke Rumah Sakit Mitra, Kelapa Gading, Jakarta Utara. Namun karena luka yang serius pada kedua matanya lantas dirujuk ke Rumah Sakit Jakarta Eye Center (JEC) Menteng, Jakarta Pusat. Selanjutnya atas permintaan keluarga kemudian kembali dipindahkan ke rumah sakit kusus mata di Singapura.

(seph – sisidunia.com)