Home » News » Kota Jaipur Membentuk Kesatuan Kepolisian Baru yang Beranggotakan Perempuan, Untuk Apakah?

Kota Jaipur Membentuk Kesatuan Kepolisian Baru yang Beranggotakan Perempuan, Untuk Apakah?



New Delhi – Untuk menekan angka kasus kekerasan dan pelecehan seksual pemerintah kota Jaipur merasa telah menemukan solusi sebagai sebuah kawasan konservatif di India.

Kota Jaipur Membentuk Kesatuan Kepolisian Baru yang Beranggotakan Perempuan, Untuk Apakah?

Gambar Ilustrasi

Pemerintah kota Jaipur membentuk kesatuan kepolisian baru dengan seluruh anggotanya adalah perempuan. Mereka berpatroli, jalan kaki atau bersepeda motor, untuk membantu kaum perempuan yang menjadi korban kekerasan.

Baca Juga : Dua Tersangka Korupsi PT. Bank Mandiri Ditahan

Kepolisian Jaipur mengatakan, para perempuan yang menjadi korban kekerasan seksual bisa meminta tolong lewat telepon atau mengirim pesan Whatsapp kepada kesatuan baru itu.

Untuk menjalankan tugas berat ini, para polisi perempuan itu mendapatkan pelatihan bela diri intensif selama satu bulan.

“Pembentukan kesatuan baru ini sangat bagus karena pria-pria hidung belang akan merasa takut melihat perempuan berseragam polisi,” kata seorang warga, Ram Lal Gujar.

“Jika seorang pria pelaku pelecehan seksual ditangkap atau dipukuli para polisi perempuan ini maka efeknya akan menyebar dan membuat mereka berpikir dua kali untuk melakukan hal yang sama,” tambah Gujar.

Sebanyak 80 persen perempuan India mengaku pernah mengalami pelecehan seksual di ruang publik. Sedangkan angka kasus perkosaan di India tercatat rata-rata 40.000 kasus setiap tahun.

Namun, banyak kalangan meyakini jumlah kasus perkosaan di India jauh lebih tinggi ketimbang catatan kepolisian, sebab banyak kasus perkosaan yang tak dilaporkan.

Sebagian besar perempuan malu melaporkan perkosaan yang menimpa mereka kepada polisi yang sebagian besar anggotanya adalah pria.

Selain itu, sebagian besar perempuan korban perkosaan khawatir mendapatkan pembalasan karena melapor ke polisi atau malah dianggap sebagai  pemicu kasus pemerkosaan.

“Pesan yang ingin kami sampaikan adalah kami tak mentolerir kejahatan terhadap perempuan,” kata komandan unit baru ini, Kamal Shekhawat.

Keputusan ini nampaknya cukup efektif karena angka kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan menurun sejak unit baru itu dibentuk pada Mei lalu.

(seph – sisidunia.com)