Home » News » Gedung Sengketa di Hebron Menjadi Tempat Tinggal Sekelompok Pemukim Israel

Gedung Sengketa di Hebron Menjadi Tempat Tinggal Sekelompok Pemukim Israel



Tepi Barat – Sebuah gedung yang menjadi sengketa di Hebron, Tepi Barat diduduki sekelompok pemukim Israel. Puluhan warga Israel ini tanpa izin masuk dan tinggal di dalam gedung tersebut.

Gedung Sengketa di Hebron Menjadi Tempat Tinggal Sekelompok Pemukim Israel

Insiden ini terjadi di tengah ketegangan yang masih menyelimuti kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur. Otoritas Israel telah memindahkan alat pendeteksi logam yang kontroversial dari kompleks Haram al-Sharif, lokasi Masjid Al-Aqsa, namun warga Palestina tetap memboikot tempat suci itu.

“Puluhan warga Israel masuk ke dalam gedung terlarang yang berdekatan dengan Gua Para Leluhur (Cave of the Patriachs) di Hebron dan pasukan keamanan saat ini telah ada di lokasi,” terang juru bicara militer Israel, seperti dilansir AFP, Rabu (26/7/2017).

Cave of the Patriachs oleh warga muslim disebut sebagai Masjid Ibrahim dan oleh warga Israel disebut sebagai Cave of Machpela. Tempat ini diyakini sebagai pemakaman sejumlah tokoh Alkitab, termasuk Abraham, yang menjadi tokoh leluhur umat Yahudi.

Kawasan itu cukup sering menjadi titik ketegangan. Warga Palestina menyebut para pemukim Israel mengibarkan bendera nasional Israel di atas atap gedung yang mereka kuasai.

Keterangan warga Palestina menyebut, militer Israel telah bersiaga di lokasi tersebut dan tidak ada satu orang pun yang diperbolehkan mendekat.

Para pemukim Israel selama ini dilarang masuk ke gedung itu, setelah tahun 2012 mendudukinya. Para pemukim Israel itu tidak memiliki izin untuk membeli gedung di dekat Cave of Patriachs itu.

Dalam beberapa waktu terakhir, ketegangan terus terjadi di kawasan Hebron, terutama di antara sekitar 20 ribu warga Palestina dan ratusan pemukim Israel yang tinggal di kawasan itu dengan pengamanan ketat.

Organisasi nonpemerintah Israel, Peace Now, yang anti-permukiman Yahudi, mengatakan kepada otoritas Israel untuk segera mengevakuasi para pemukim Yahudi. Sedikitnya ada 15 keluarga yang masuk ke gedung tersebut.

“Setelah klaim kepemilikan mereka ditolak, para pemukim memutuskan untuk melakukan hal yang bertentangan dengan hukum dan mendirikan permukiman ilegal yang mungkin memicu ketegangan di kawasan,” sebut Peace Now dalam pernyataannya.

(bens – sisidunia.com)