Home » News » Pemerintah China Siapkan Banker Untuk Hadapi Konflik AS Dengan Korut

Pemerintah China Siapkan Banker Untuk Hadapi Konflik AS Dengan Korut



Beijing – Pemerintah China dikabarkan telah siap untuk menghadapi kemungkinan konflik Amerika Serikat dengan Korea Utara (Korut). Persiapan ini dilakukan dengan meningkatkan pertahanannya di sepanjang perbatasan dengan Korut, termasuk membentuk sebuah brigade perbatasan baru dan membangun bunker-bunker untuk warga sipil.

Pemerintah China Siapkan Banker Untuk Hadapi Konflik AS Dengan Korut

Ilustrasi

Demikian dilaporkan media ternama Amerika Serikat, The Wall Street Journal (WSJ) seperti dilansir kantor berita Reuters, Selasa (25/7/2017). Media tersebut mengutip situs-situs pemerintah dan militer China serta wawancara dengan para pakar yang mengikuti persiapan Beijing, sehubungan dengan meningkatnya ketegangan antara Pyongyang dan Washington.

Baca juga : Soerang Musisi Bermain Gitar Saat Dioperasi Otaknya

Dituliskan WSJ, dalam beberapa bulan ini, China lebih agresif dalam mengawasi perbatasan dengan menggunakan pesawat-pesawat tak berawak (drone). Namun pejabat-pejabat China enggan berkomentar mengenai persiapan tersebut dan menyatakan bahwa tingkat pelatihan dan kesiapan tempur saat ini tetap normal.

“Cara-cara militer sebaiknya tidak menjadi opsi untuk menyelesaikan masalah Semenanjung Korea,” tegas juru bicara Kementerian Luar Negeri China.

Para pakar umumnya sepakat bahwa serangan militer Amerika Serikat terhadap Korut sangat tidak mungkin. Namun jika AS akhirnya terpaksa untuk berhadapan dengan pemimpin Korut, Kim Jong-Un, maka China akan direpotkan dengan bom-bom yang jatuh di dekat perbatasannya dengan Korut. Beijing pun ingin meningkatkan penjagaan perbatasannya dan mencegah aliran masuk pengungsi Korut ke China.

Menurut seorang pakar, konflik di Semenanjung Korea lebih mungkin terjadi dibandingkan konflik di Laut China Selatan. “Jika Anda ingin saya bertaruh tentang di mana saya pikir AS dan China akan masuk ke dalam konflik pertama, itu bukan Taiwan, Laut China Selatan atau Laut China Timur. Saya pikir itu Semenanjung Korea,” ujar Mark Cozad, mantan pejabat intelijen AS untuk Asia Timur, yang kini bekerja di Rand Corp.

Dikatakannya, China yang merupakan sekutu Korut, belum tentu akan serta-merta membela Korut jika konflik benar terjadi. Namun setidaknya, Beijing menginginkan AS lebih dulu berkonsultasi dengannya sebelum melancarkan aksi militer terhadap rezim Kim. (bens – sisidunia.com)