Home » News » Badan Jalan Sudah Lebih Dua Tahun Tak diPerbaiki, Warga Blokir Jalan

Badan Jalan Sudah Lebih Dua Tahun Tak diPerbaiki, Warga Blokir Jalan



Jakarta – Warga Desa Kedung Waringin, Kec. Bojong Gede mengeluhkan kerusakan badan Jalan Raya Kedung Waringin yang sudah lebih dari dua tahun tidak diperbaiki Pemkab Bogor. Merteka sempat kecewa dan kesal karena Pemkab Bogor tak mendengarkan suara mereka.

Badan Jalan Sudah Lebih Dua Tahun Tak diPerbaiki, Warga Blokir Jalan

Gambar Ilustrasi

Puluhan warga yang kecewa tersebut melakukan aksi protes dan memblokade jalan dengan menanam pohon pisang dan memasang puluhan spanduk. Setiap usai hujan, kondisi badan jalan seperti kubangan kerbau dan pengendara sepeda motor banyak yang jatuh akibat adanya lubang di badan jalan tersebut.

Baca Juga : Sebuah ATM diMinimarket Dibobol Segerombolan Pencuri

Menurut satu warga Arif Effendi, jalan tersebut kerap meminta korban kecelakaan lalu lintas saat hujan turun. “Kondisi ini sudah lebih dari dua tahun , tapi tidak pernah ditanggapi serius,” kata Arief Effendi, warga Blok B 5 perumahan Bukit Waringin, Kec. Bojong Gede , Selasa (24/7/2017).

Kerusakan badan jalan yang menjadi jalan utama masyarakat dari Bojonggede menuju kawasan Parung atau sebaliknya itu, hanya berjarak tak kurang 1 Km dari kantor Bupati Bogor. Tapi sama sekali tidak mendapatkan perhatian dari pemerintahan kabupaten.

Blokade Jalan Raya Kedung Waringin dilakukan warga sekitar Pk. 04:00 hingga Pk. 06:30 untuk kendaraan roda empat atau mobil. Jalan tersebut hanya bisa dilintasi sepeda motor .

Ny. Maimunah, warga lainnya, menilai Pemkab Bogor, kecamatan dan desa sama tidak serius menanggapi keluhan dan permintaan warga berkaitan kerusakan badan jalan tersebut.

“Usulan dan permintaan melalui musrenbang sudah dilakukan namun sampai saat ini tidak ada tanggapan serius,” ujarnya kecewa.

Sementara itu, Lurah Kedung Waringin Sukarno didampingi sejumlah stafnya, yang semp datang ke lokasi dan serta marah-marah melihat pemblokiran jalan tersebut. Dia menyuruh warga mencabut dan merobohkan batang pohon pisang yang ditanam di tengah jalan tersebut.

“Ini sangat mengganggu pemakai kendaraan lain yang ingin lewat. Tolong warga juga memahami masalah ini. Untuk usulan sudah disampaikan ke instansi terkait di Kab. Bogor,” tuturnya sambil ngedumel.

(seph – sisidunia.com)