Home » News » Masyarakat Diminta Nadhlatu Ulama Untuk Pendekatan Pada Mantan Anggota HTI

Masyarakat Diminta Nadhlatu Ulama Untuk Pendekatan Pada Mantan Anggota HTI



Jakarta – Para mantan anggota Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) tidak usah takut dimusuhi karena Nahdlatul Ulama mengingatkan publik untuk tetap merangkul mantan dari ormas yang telah dibubarkan tersebut. Sebab, meski HTI memang sudah dibubarkan pemerintah, mantan pengikut HTI tetap harus dihargai haknya.

Masyarakat Diminta Nadhlatu Ulama Untuk Pendekatan Pada Mantan Anggota HTI

Gambar Ilustrasi

“Anggota HTI harus tetap dirangkul, pengurus harus merefleksikan diri,” ujar Sekretaris Lembaga Ta’lif Wan Nasyr Pengurus Besar NU Syafiq Aleiha, Minggu, (23/7/2017).

Baca Juga : Polres Bogor Berhasil Ungkap 32.350 Butir Obat Ilegal

“Kalau sudah dipukul jatuh, masa dihabisi. Mereka juga butuh hak untuk layak hidup.”

Syafiq tak menampik jika HTI memang layak dibubarkan secara kelembagaan. Sebabnya organisasi masyarakat ini memang tak mengakui Pancasila.

Bahkan, kata Syafiq, HTI justru jauh lebih berbahaya dari para separatis yang masih bercokol di Indonesia. “Ini lebih berbahaya dari kelompok separatis. Kalau separatis hanya sebatas keluar diri. HTI ingin menggantikan sistem baru bernama khilafah,” ujarnya.

HTI sebelumnya telah dibubarkan pemerintah lewat payung hukum Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang Perppu) Nomor 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan.

Perppu Ormas ini disebut sebagai penyempurnaan dari Undang-undang Nomor Nomor 17 tahun 2013. Dalam putusannya pemerintah menyebut HTI sebagai ormas yang bertentangan dengan Pancasila dan UUD 1945.

(seph – sisidunia.com)